KONSULTASI
Logo

3.200 Ton Bungkil Sawit dari Sulbar Meluncur ke China

17 Januari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
3.200 Ton Bungkil Sawit dari Sulbar Meluncur ke China
HOT NEWS

sawitsetara.co - MAMUJU — Sebanyak 3.200,625 ton Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil sawit asal Sulawesi Barat resmi diberangkatkan ke China. Komoditas curah milik PT Awana Sawit Lestari itu dikapalkan menggunakan MV Brother 36 dari Pelabuhan Laut Belang-Belang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Selasa (13/1/2026).

Di balik pengapalan tersebut, Karantina Sulawesi Barat melakukan pengawasan ketat terhadap proses fumigasi, salah satu tahapan krusial dalam ekspor komoditas perkebunan. Pengawasan dilakukan langsung di lokasi untuk memastikan seluruh prosedur tindakan karantina dijalankan sesuai standar yang dipersyaratkan dalam perdagangan internasional.

Promosi ssco

Fumigasi menjadi syarat penting guna mencegah terbawanya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), terutama hama gudang seperti serangga, yang berpotensi merusak muatan dan berujung pada penolakan di pelabuhan tujuan. Seluruh muatan bungkil sawit tersebut dikirim dalam bentuk curah (in bulk), sehingga pengawasan perlakuan karantina menjadi perhatian utama.

Pelaksana Tugas Kepala Karantina Sulawesi Barat, Sitti Chadidjah, mengatakan bahwa peran karantina dalam kegiatan ekspor tidak semata-mata administratif, melainkan strategis dalam menjaga keberlanjutan perdagangan.

“Pemenuhan persyaratan karantina sejak dari pelabuhan asal menjadi kunci utama agar komoditas ekspor dapat diterima dengan baik di negara tujuan. Melalui pengawasan fumigasi ini, Karantina Sulbar memastikan bahwa bungkil sawit yang dikirim telah memenuhi standar kesehatan dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Sitti, dikutip dari laman Badan Karantina Indonesia, Sabtu (17/1/2026).

Promosi ssco

Ia menambahkan, kelalaian dalam memenuhi persyaratan karantina berisiko menimbulkan konsekuensi serius bagi pelaku usaha. Penolakan atau penahanan barang di negara tujuan bukan hanya merugikan eksportir, tetapi juga dapat mencoreng reputasi produk Indonesia di pasar global.

Karena itu, Karantina Sulbar menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan secara konsisten sejak tahap awal. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah.

Pengawasan fumigasi ekspor bungkil sawit ke China ini juga sejalan dengan kebijakan Badan Karantina Indonesia dalam memperkuat sistem perlindungan hayati nasional. Di sisi lain, langkah tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya perdagangan internasional yang aman, tertib, dan berkelanjutan, tanpa mengabaikan kepercayaan pasar global terhadap produk perkebunan Indonesia.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *