KONSULTASI
Logo

APKASINDO Gelar Rakernas 2027, Rumuskan Resolusi Petani Sawit untuk Disampaikan kepada Pemerintah

28 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
APKASINDO Gelar Rakernas 2027, Rumuskan Resolusi Petani Sawit untuk Disampaikan kepada Pemerintah
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) merumuskan resolusi petani sawit untuk 2027 melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Resolusi ini akan disampaikan kepada pemerintah dalam rangkaian Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (Penas) III pada Rabu (28/10/2026) bertepatan dengan hari ulang tahun ke-26 APKASINDO.

Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL, mengatakan Rakernas merupakan amanat organisasi untuk menyusun program kerja yang terarah. Forum ini melibatkan pengurus pusat dan perwakilan pengurus daerah dari berbagai provinsi.

Menurut Djono, agenda Rakernas mencakup pemaparan program kerja APKASINDO untuk 2027, penyampaian program dari pengurus daerah, serta diskusi mengenai resolusi petani sawit. Hasil pembahasan akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada Menteri Pertanian.

“Harapannya, dari pertemuan malam ini kita dapat merumuskan kerja APKASINDO tahun 2027 secara bersama dan terukur. Kita juga dapat mengeksekusikannya bersama untuk memberi manfaat bagi petani kelapa sawit Indonesia,” ujar Djono dalam sambutannya.

Untuk menyusun rumusan tersebut, APKASINDO menyiapkan tim perumus yang diketuai Dewan Pakar DPP APKASINDO, Dr. Gusti A. Gultom, M.Si,. Tim ini melibatkan sejumlah akademisi dan praktisi, antara lain Dr. Eko Jaya Siallagan, Dr. Syaiful Bahri, SH., MH, dan Dr. Riyadi Mustafa, dan Dr. Mulono Apriyanto, S.TP., M.MA.

Djono berharap penyusunan program tidak berhenti pada dokumen organisasi. Program yang dirumuskan perlu memiliki arah, ukuran, dan mekanisme pelaksanaan agar dapat dijalankan oleh pengurus pusat maupun daerah.

apkasindo

Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO,. menegaskan pentingnya kekompakan organisasi dalam menghadapi persoalan petani. Ia meminta seluruh pengurus mengesampingkan perbedaan dan menjaga komunikasi agar perjuangan petani dapat dilakukan secara bersama.

“Kita tidak cukup diam. Kita harus bersuara. Kita tidak mau dituduh. Kita harus kompak,” kata Gulat dalam sambutannya.

Gulat juga mengingatkan pengurus agar tidak melupakan sejarah berdirinya APKASINDO. Menurut dia, pemahaman terhadap sejarah organisasi diperlukan agar perjuangan petani tetap memiliki arah dan tujuan.

Ia menyinggung beragam tantangan yang dihadapi petani, termasuk dinamika harga tandan buah segar (TBS), persoalan tata niaga, serta tekanan yang muncul di sejumlah wilayah perkebunan. Gulat meminta pengurus menyikapi kritik secara terukur dan tidak mudah terpancing perdebatan di media sosial.

“Singkirkan perbedaan. Satukan tekad,” ujarnya.

Bagi Gulat, Rakernas juga menjadi ruang untuk mengevaluasi peran organisasi dalam mengawal kepentingan petani di daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga independensi pengurus ketika memperjuangkan harga TBS, termasuk dalam pembahasan indeks K dan hubungan antara petani dengan perusahaan.

Gulat menyoroti perlunya pengurus daerah menjalankan fungsi organisasi secara aktif. Ia berharap koordinasi antara pengurus provinsi dan kabupaten semakin kuat sehingga persoalan petani dapat dihimpun dan diperjuangkan melalui jalur organisasi.

Selain harga TBS, Gulat mendorong penguatan kelembagaan petani dan pengembangan infrastruktur industri sawit. Ia menyebut kebutuhan pembangunan pabrik kelapa sawit di wilayah yang belum memiliki fasilitas pengolahan memadai sebagai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.

apkasindo

Menurut dia, perjuangan organisasi harus diarahkan pada kebutuhan nyata petani sawit. Penguatan posisi petani sawit, akses terhadap pasar, dan keberlanjutan usaha menjadi bagian dari agenda yang perlu dikawal secara konsisten.

Dalam sambutannya, Gulat juga menyinggung tantangan yang dihadapi petani sawit di tengah persoalan asap di sejumlah daerah. Ia meminta pengurus tetap solid dan menyampaikan pandangan secara bijak ketika merespons kritik publik.

Rakernas ini menjadi tahapan awal sebelum APKASINDO menyampaikan resolusi petani sawit kepada pemerintah. Resolusi tersebut diharapkan merangkum persoalan yang dihadapi sekaligus menawarkan langkah penyelesaian.

Penyampaian resolusi dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian Penas III APKASINDO pada 28 Oktober 2026. Forum nasional tersebut mengusung tema “Penguatan Petani Kelapa Sawit dan Sinergitas Hilir Kunci Kedaulatan Energi Indonesia”.

Momentum Penas III sekaligus menandai 26 tahun perjalanan APKASINDO dalam menghimpun dan memperjuangkan kepentingan petani sawit. Organisasi berharap perumusan resolusi melalui Rakernas dapat memperkuat dialog dengan pemerintah serta mendorong kebijakan yang menjawab kebutuhan pekebun.

Hilirisasi sawit pro petani perlu membuka ruang lebih besar bagi pekebun untuk menikmati nilai tambah komoditas. Pengembangan industri tidak cukup hanya meningkatkan kapasitas pengolahan, tetapi juga perlu memperhatikan peluang kemitraan, akses usaha, dan keterlibatan petani dalam rantai nilai sawit.

Persoalan harga TBS juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Bagi petani, kepastian harga di tingkat kebun berpengaruh langsung terhadap pendapatan, biaya pemeliharaan, dan kemampuan menjaga produktivitas tanaman. Karena itu, upaya Stabilisasi Harga TBS untuk kesejahteraan petani penting untuk penguatan posisi tawar pekebun.

Tags:

APKASINDOPENAS

Berita Sebelumnya
Indonesia 30 Tahun Terjebak Middle Income Trap, Bappenas Dorong Industri Bernilai Tambah Tinggi

Indonesia 30 Tahun Terjebak Middle Income Trap, Bappenas Dorong Industri Bernilai Tambah Tinggi

Rachmat mengungkapkan, pendapatan per kapita Indonesia saat ini masih berada di kisaran US$5.000. Angka tersebut tertinggal dari sejumlah negara tetangga yang telah mencatatkan pendapatan per kapita di atas US$10.000.

27 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *