KONSULTASI
Logo

Bicara di Honduras, APKASINDO Tekankan Hilirisasi Sawit Harus Sejahterakan Petani

11 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Bicara di Honduras, APKASINDO Tekankan Hilirisasi Sawit Harus Sejahterakan Petani

sawitsetara.co - HONDURAS – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menekankan pentingnya memastikan petani mendapat manfaat dari pengembangan hilirisasi industri sawit. Petani sebagai pelaku utama di sektor hulu dinilai tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan baku, sementara nilai tambah lebih besar dinikmati sektor hilir.

Hal itu disampaikan Head of International Relation DPP APKASINDO, Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL, saat menjadi pembicara dalam II Congreso de Palmicultores di Honduras pada 4–5 Agustus 2026.

Djono diutus mewakili Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO. Dalam forum tersebut, ia membawakan materi bertajuk Experience of Smallholders in Indonesia, Situation, Challenges, Opportunities yang membahas pengalaman, kondisi, tantangan, dan peluang petani sawit Indonesia.

Menurut Djono, hilirisasi merupakan langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah industri sawit. Namun, kebijakan tersebut harus dirancang agar manfaat ekonominya juga dirasakan petani.

“Petani meskipun berada di paling hulu harus mendapatkan manfaat apa pun yang ada di hilir. Hilirisasi harus terus didorong, tetapi juga harus mengutamakan kesejahteraan petani,” ujar Djono.

WhatsApp Image 2026-08-11 at 17.56.58.jpeg

Ia mengatakan prinsip tersebut sejalan dengan arah perjuangan APKASINDO yang menempatkan kesejahteraan petani sebagai bagian penting dalam pengembangan industri sawit nasional.

Djono mencontohkan implementasi mandatori B50 sebagai salah satu bentuk hilirisasi sawit di Indonesia. Program tersebut meningkatkan pemanfaatan minyak sawit di dalam negeri sekaligus didukung dana pungutan ekspor sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Menurut dia, kebijakan biodiesel tidak hanya berkaitan dengan ketahanan energi, tetapi juga memiliki dampak terhadap ekosistem sawit, termasuk petani. Peningkatan serapan sawit untuk kebutuhan domestik dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pasar dan harga tandan buah segar (TBS).

“Program ini tentunya membantu meningkatkan kesejahteraan petani sawit dengan meningkatkan stabilitas dan meningkatkan harga TBS,” katanya.

Dalam paparannya, Djono juga membawa pesan mengenai pentingnya penguatan kerja sama dan aliansi petani sawit internasional. Menurut dia, tantangan yang dihadapi petani sawit tidak hanya bersifat domestik sehingga diperlukan kolaborasi antarpelaku sawit di berbagai negara produsen.

Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada peningkatan produktivitas petani, pertukaran pengalaman, pengembangan teknologi, hingga penciptaan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Sebab itu, Djono juga mendorong penguatan kerja sama antara negara-negara produsen sawit. Menurut dia, Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia tetap membutuhkan kolaborasi dengan negara produsen lain, termasuk Honduras.

“Walaupun Indonesia merupakan negara produsen sawit terbesar di dunia, kita tetap membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan negara produsen sawit lainnya seperti Honduras,” ujarnya.

DPP

Selain itu, materi yang disampaikan turut mengangkat program layanan BPDP untuk peningkatan kesejahteraan petani, serta manfaat sawit dalam penciptaan lapangan kerja dan pembangunan wilayah seperti program Peremajaan Sawit Rakyat. Pesan tersebut menegaskan bahwa industri sawit memiliki peran yang lebih luas dari sekadar menghasilkan komoditas ekspor, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat di daerah sentra perkebunan.

Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Kementerian Pertanian dan Peternakan Honduras yang hadir dalam forum, Francisco Ordóñez, menyampaikan bahwa industri sawit merupakan sektor penting dalam mendukung perekonomian masyarakat Honduras.

Djono menilai pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai pengembangan perkebunan sawit sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku sawit dari negara produsen. Ia berharap kerja sama tersebut dapat mendorong industri sawit yang tidak hanya produktif dan berdaya saing, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih besar kepada petani, membuka lapangan kerja, dan mendukung pembangunan wilayah.

Djono juga mengucapkan terima kasih kepada BPDP yang telah mendukung kunjungan petani sawit ke Honduras untuk menyampaikan materi sekaligus sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama petani sawit internasional, serta mendorong pemahaman mengenai peran sawit dalam peningkatan kesejahteraan petani dan pembangunan ekonomi.

Tags:

APKASINDOBerita SawitSawit

Berita Sebelumnya
Bupati Siak Afni Zulkifli Raih SIEXPO Award 2026, Dinilai Berpihak pada Petani Sawit

Bupati Siak Afni Zulkifli Raih SIEXPO Award 2026, Dinilai Berpihak pada Petani Sawit

Bupati Siak Afni Zulkifli menerima Sawit Indonesia Expo Award 2026 dalam rangkaian penutupan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di Pekanbaru. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

10 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *