KONSULTASI
Logo

BPDP Dorong Hilirisasi Sawit Rakyat di Kaltara, Petani Diajak Naik Kelas dari Penjual TBS ke Produsen Produk Olahan

13 Januari 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
BPDP Dorong Hilirisasi Sawit Rakyat di Kaltara, Petani Diajak Naik Kelas dari Penjual TBS ke Produsen Produk Olahan
HOT NEWS

sawitsetara.co - TARAKAN - Upaya memperkuat hilirisasi kelapa sawit rakyat di Kalimantan Utara kembali mendapat dorongan nyata. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyokong pelaksanaan Workshop Pengolahan Minyak dan Limbah Kelapa Sawit bagi UMKM yang digelar di Ballroom Hotel Lotus Panaya, Tarakan, Jumat (9/1/2026).

Workshop ini menjadi langkah strategis untuk mengubah wajah usaha sawit rakyat. Petani yang selama ini bergantung penuh pada penjualan Tandan Buah Segar (TBS) mulai didorong masuk ke sektor hilir, mengolah sawit menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, di antaranya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Ir. Heri Rudiyono, M.Si, serta Kepala Disperindagkop UKM Kaltara, Dr. Hj. Hasriyani, SH., MM. Puluhan petani sawit dan pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Kaltara turut ambil bagian.

Promosi ssco

Ketua DPW APKASINDO Kaltara, Muhammad Khoiruddin, menegaskan bahwa dukungan BPDP menjadi momentum penting untuk mengubah pola pikir petani sawit di daerah perbatasan tersebut.

“Selama ini petani kita terlalu rentan terhadap fluktuasi harga TBS. Lewat workshop yang didukung BPDP ini, kami mendorong petani agar mulai menggarap hilirisasi, tidak hanya menjual buah mentah,” ujar Khoiruddin.

Menurutnya, potensi crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) di Kaltara sangat besar, namun belum dimanfaatkan optimal oleh pelaku lokal. Hambatan utama selama ini terletak pada keterbatasan teknologi, akses pengetahuan, dan keterampilan pengolahan.

Promosi ssco

“Kami ingin ke depan lahir produk-produk lokal dari tangan petani Kaltara sendiri—mulai dari minyak goreng hingga pupuk organik berbasis limbah sawit. Ini langkah awal menuju kedaulatan ekonomi petani,” tegasnya.

Senada, Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO, Dr. Rino Afrino, ST., MM., C.APO, menyoroti besarnya nilai ekonomi limbah sawit yang selama ini belum tergarap optimal.

“Di pasar global, limbah sawit dan minyak jelantah kini sangat dibutuhkan sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF). Artinya, dalam industri sawit modern, tidak ada istilah limbah—semuanya memiliki nilai ekonomi,” jelas Rino.

Promosi ssco

Ia menambahkan, pemanfaatan limbah sawit tidak hanya meningkatkan pendapatan petani dan UMKM, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi berkelanjutan dunia.

Workshop yang didukung BPDP ini menargetkan sejumlah capaian strategis. Selain meningkatkan keterampilan teknis UMKM dalam mengolah sawit menjadi produk bernilai tambah—seperti kosmetik dan farmasi—kegiatan ini juga menjadi fondasi perencanaan pembangunan pabrik pupuk organik skala UMKM berbasis limbah sawit.

Tak kalah penting, para peserta juga dibekali pemahaman tentang standar keberlanjutan agar produk olahan sawit rakyat mampu menembus pasar nasional hingga global.

Melalui sinergi BPDP, pemerintah daerah, dan APKASINDO, workshop ini diharapkan menjadi titik awal penguatan ekosistem sawit rakyat di Kalimantan Utara—mendorong petani naik kelas, memperluas lapangan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *