
sawitetara.co - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan menyalurkan anggaran Rp590 miliar kepada pekebun sawit di 11 provinsi sepanjang Agustus 2026. Dana tersebut diperuntukkan bagi 4.765 pekebun dengan total lahan mencapai 9.842 hektare (ha).
Ketua Dewan Pengawas BPDP, Dida Gardera, mengatakan penyaluran tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan kerja sama PSR periode Agustus 2026. Pada tahap ini, BPDP menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan lima perwakilan kelembagaan pekebun yang mencakup 394 pekebun dengan luas lahan 940 ha dan nilai anggaran Rp56 miliar.
“PKS PSR ini mencakup 394 pekebun dengan luasan 940 ha, dengan nilai Rp56 miliar. Ini merupakan bagian dari PKS PSR di Agustus 2026 yang berjumlah 69 kelembagaan,” kata Dida dalam Penandatanganan PKS Program Peremajaan Sawit Rakyat 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8).
Menurutnya, 69 kelembagaan tersebut tersebar di 11 provinsi dengan total 4.765 pekebun. Program itu mencakup lahan seluas 9.842 ha dengan total dana PSR yang akan disalurkan mencapai Rp590 miliar.
Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman mengatakan lima kelembagaan pekebun yang melakukan penandatanganan PKS antara lain KUD Makmur Jaya, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara; Koperasi Pemasaran Tani Rukun, Kabupaten Siak, Riau; Koperasi Desa Merah Putih Tambang Emas, Kabupatenset Merangin, Jambi; Koperasi Desa Merah Putih Besilam Bukit Lembasa, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara; serta Koperasi Desa Merah Putih Sungai Sahut, Kabupaten Merangin, Jambi.
Salah satu penerima, Koperasi Pemasaran Tani Rukun di Kabupaten Siak, Riau, tercatat mengelola lahan PSR seluas 277,268 ha. Sementara Koperasi Desa Merah Putih Tambang Emas di Merangin mendapatkan alokasi untuk lahan seluas 98,3 ha dengan nilai Rp5,8 miliar.
Eddy menegaskan BPDP akan terus mendorong pelaksanaan PSR secara agresif, terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit rakyat sekaligus memperbaiki kesejahteraan pekebun.
“BPDP akan terus berkomitmen mendukung pelaksanaan program PSR secara agresif, terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Hingga 2026, BPDP telah menerima 133 proposal PSR dengan total lahan yang diajukan mencapai 20.229 ha dan melibatkan 10.403 pekebun. Dari jumlah tersebut, nilai penyaluran dana PSR tercatat mencapai Rp606 miliar.
Jika dihitung sejak program PSR mulai dilaksanakan pada 2016, dukungan BPDP telah menjangkau 187.782 pekebun dengan total luas lahan 428.745 ha. Akumulasi anggaran yang telah disalurkan mencapai Rp12,86 triliun.
Eddy mengatakan capaian tersebut menunjukkan program PSR terus berjalan, meskipun pelaksanaannya masih perlu diperkuat agar memberikan dampak yang lebih signifikan bagi produktivitas dan kesejahteraan pekebun.
“Sejak dilaksanakan pada tahun 2016 yang lalu hingga saat ini, program Peremajaan Sawit Rakyat telah menunjukkan capaian yang cukup bagus walaupun belum signifikan,” pungkasnya.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *