KONSULTASI
Logo

Ekspor Sawit Melonjak di Akhir 2025, Batu Bara Tertekan Sepanjang Tahun

Tanggal tidak tersedia
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Ekspor Sawit Melonjak di Akhir 2025, Batu Bara Tertekan Sepanjang Tahun

sawitsetara.co - JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia melonjak tajam pada penghujung 2025, di tengah melemahnya ekspor komoditas batu bara sepanjang tahun.

Pada Desember 2025, volume ekspor CPO mencapai sekitar 2,75 juta ton dengan nilai transaksi sebesar USD2,79 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut capaian tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Secara month-to-month, volume ekspor CPO meningkat sebesar 102,23 persen, sementara secara year-on-year tercatat naik 66,80 persen,” ujar Ateng.

Sawit Setara Default Ad Banner

Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Desember 2025, nilai ekspor CPO Indonesia tercatat sebesar USD24,42 miliar. Angka ini meningkat 21,83 persen dibandingkan realisasi ekspor CPO pada 2024 yang sebesar USD20,05 miliar.

Peningkatan nilai tersebut sejalan dengan pertumbuhan volume pengapalan. Total volume ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang 2025 mencapai 23,61 juta ton, naik 9,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 21,64 juta ton.

Sawit Setara Default Ad Banner

Sementara itu, kinerja ekspor batu bara justru mengalami tekanan. BPS mencatat nilai ekspor batu bara sepanjang 2025 turun 19,70 persen menjadi USD24,48 miliar, dari sebelumnya USD30,49 miliar pada 2024.

Ateng menjelaskan penurunan tersebut terjadi secara kumulatif sejak awal hingga akhir tahun.

“Penurunan ini terjadi secara kumulatif sejak Januari hingga Desember 2025,” kata dia.

Selain dari sisi nilai, volume ekspor batu bara juga mengalami penurunan. Sepanjang 2025, volume ekspor batu bara Indonesia tercatat sebesar 390,3 juta ton, turun 3,66 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Untuk Pertama Kalinya di Riau dan Indonesia, Harga TBS Umur 26–30 Tahun Juga Ditetapkan

Untuk Pertama Kalinya di Riau dan Indonesia, Harga TBS Umur 26–30 Tahun Juga Ditetapkan

Kebijakan ini menjadi yang pertama tidak hanya di Riau, tetapi juga di Indonesia, sekaligus menandai pengakuan resmi terhadap nilai agronomis dan ekonomis tanaman sawit tua yang masih produktif.

4 Februari 2026 | Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *