KONSULTASI
Logo

Ekspor Sawit Naik 8,58 Persen, Topang Surplus Perdagangan Nonmigas hingga Mei 2026

3 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Ekspor Sawit Naik 8,58 Persen, Topang Surplus Perdagangan Nonmigas hingga Mei 2026

sawitsetara.co - JAKARTA – Ekspor minyak kelapa sawit kembali menguat pada lima bulan pertama 2026 dan menjadi salah satu penopang kinerja perdagangan nonmigas Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor minyak kelapa sawit mencapai US$ 11,50 miliar sepanjang Januari–Mei 2026, meningkat 8,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ekspor sawit terjadi di tengah surplus neraca perdagangan nonmigas yang mencapai US$ 16,31 miliar. Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan surplus tersebut ditopang oleh nilai ekspor nonmigas yang lebih besar dibandingkan impor.

“Surplus neraca perdagangan nonmigas hingga Mei 2026 didorong oleh kinerja positif ekspor yang mencatat nilai USD 110,19 miliar, lebih tinggi dibandingkan total impor sebesar USD 93,88 miliar,” jelas Amalia melalui keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Sawit Setara Default Ad Banner

Secara keseluruhan, nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai US$ 110,19 miliar atau tumbuh 3,89 persen dibandingkan Januari–Mei 2025. Komoditas nonmigas menyumbang 95,52 persen dari total ekspor nasional, meningkat dibandingkan kontribusi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 94,71 persen.

Menurut Amalia, industri pengolahan menjadi penggerak utama ekspor nonmigas. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai US$ 94,62 miliar atau meningkat 6,80 persen secara tahunan.

“Ekspor sektor industri pengolahan dengan kinerja yang impresif yaitu ekspor produk olahan nikel, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar anorganik lainnya, serta semi aluminium,” kata Amalia.

Selain minyak kelapa sawit, sejumlah komoditas industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan tinggi. Ekspor produk olahan nikel mencapai US$ 5,41 miliar atau melonjak 61,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian mencapai US$ 4,99 miliar atau meningkat 21,39 persen, sedangkan kimia dasar anorganik lainnya mencapai US$ 1,38 miliar atau tumbuh 84,34 persen.

Sawit Setara Default Ad Banner

BPS juga mencatat Cina tetap menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai US$ 28,54 miliar atau meningkat 17,68 persen dibandingkan Januari–Mei 2025. Ekspor ke Amerika Serikat tercatat US$ 12,73 miliar atau naik 5,13 persen, India US$ 7,43 miliar atau meningkat 1,96 persen, kawasan ASEAN US$ 22,13 miliar atau naik 3,03 persen, dan Uni Eropa US$ 7,99 miliar atau bertambah 2,93 persen.

Di sisi impor, nilai impor nonmigas mencapai US$ 93,88 miliar hingga Mei 2026. Tiga komoditas dengan nilai impor terbesar adalah mesin dan peralatan mekanis sebesar US$ 16,16 miliar, mesin dan perlengkapan elektrik US$ 13,95 miliar, serta plastik dan barang dari plastik sebesar US$ 4,92 miliar. Ketiga kelompok barang tersebut berkontribusi sekitar 37,31 persen terhadap total impor nonmigas selama Januari–Mei 2026.

Tags:

CPO

Berita Sebelumnya
Diluncurkan 1 Juli 2026, Apa Itu B50?

Diluncurkan 1 Juli 2026, Apa Itu B50?

Namun, apa sebenarnya B50 dan mengapa implementasinya dianggap sebagai tonggak penting dalam pengembangan energi nasional?

2 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *