KONSULTASI
Logo

GAPKI Siap Fasilitasi Kontrak Dagang Langsung Perkuat Ekspor Sawit ke Pakistan

16 Januari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
GAPKI Siap Fasilitasi Kontrak Dagang Langsung Perkuat Ekspor Sawit ke Pakistan
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA – Upaya Indonesia memperkuat keberlanjutan ekspor minyak sawit ke pasar global terus diperluas, salah satunya melalui penguatan hubungan dagang dengan Pakistan. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan kesiapan memfasilitasi kontrak dagang langsung antara produsen minyak sawit nasional dan pembeli di Pakistan guna menjamin kesinambungan pasokan jangka panjang.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan, langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan Pakistan, tetapi juga mendukung kebutuhan industri serta penguatan kerja sama teknis di bidang refinery dan pengolahan minyak sawit.

“GAPKI akan memfasilitasi kontrak dagang langsung antara produsen minyak sawit Indonesia dan pembeli di Pakistan untuk memastikan keberlanjutan pasokan, baik untuk kebutuhan pangan maupun industri,” ujar Eddy, dikutip dari laman GAPKI, Jumat (16/1/2025).

Promosi ssco

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan The Indonesia Palm Oil Networking Reception yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi bekerja sama dengan GAPKI di Karachi, Pakistan.

Dalam forum tersebut, Eddy menegaskan posisi GAPKI sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya KJRI Karachi dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Pakistan. GAPKI berperan aktif menyediakan informasi yang akurat dan berbasis fakta mengenai praktik industri kelapa sawit Indonesia kepada mitra internasional.

Di sisi lain, asosiasi ini juga menjadi saluran aspirasi pelaku usaha sawit nasional kepada pemerintah, terutama terkait kebijakan ekspor yang mendukung daya saing minyak sawit Indonesia di pasar global, termasuk di Pakistan.

Promosi ssco

Melalui keterlibatan sektor swasta, GAPKI memastikan bahwa komitmen politik dan diplomasi ekonomi pemerintah dapat diterjemahkan menjadi transaksi nyata serta kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Eddy mengungkapkan bahwa Pakistan merupakan salah satu pasar strategis bagi minyak sawit Indonesia. Dari sekitar 150 negara tujuan ekspor, Pakistan saat ini menempati peringkat ketiga sebagai pasar terbesar.

Berdasarkan data Oil World 2025, ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan menunjukkan tren peningkatan, dengan volume tertinggi pada 2024 yang melampaui 3 juta ton. Bahkan, Indonesia memasok sekitar 90 persen kebutuhan minyak sawit Pakistan, jauh di atas negara produsen lainnya.

Capaian tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra utama dan terpercaya dalam menjaga ketahanan pasokan minyak nabati Pakistan.

Promosi ssco

Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan Chandra W. Sukotjo menilai industri kelapa sawit telah menjadi pilar utama hubungan ekonomi kedua negara. Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong kemakmuran bersama melalui perdagangan yang lebih berimbang.

Menurut Chandra, Indonesia juga membuka peluang peningkatan impor dari Pakistan serta menjajaki kerja sama bernilai tambah yang melampaui perdagangan transaksional semata. Karachi, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai gerbang ekonomi Pakistan dan mitra alami Indonesia di kawasan Asia Selatan.

Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti kembali menegaskan pentingnya Pakistan sebagai pasar utama Indonesia. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menciptakan perdagangan yang lebih seimbang dengan membuka peluang lebih luas bagi produk unggulan Pakistan, mulai dari sektor pertanian hingga layanan digital.

Sebagai tindak lanjut konkret, dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan Komisi Perdagangan Bersama Indonesia–Pakistan. Selain itu, GAPKI menandatangani MoU kerja sama dengan Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA) dan Pakistan Vegetable Manufacturers Association (PVMA).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mengamankan rantai pasok serta menjaga stabilitas harga minyak sawit di kedua negara. Melalui berbagai inisiatif ini, Indonesia menegaskan perannya bukan hanya sebagai eksportir, tetapi juga sebagai mitra strategis jangka panjang bagi ketahanan pangan dan industri Pakistan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *