
sawitsetara.co - Harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) menunjukkan perbedaan cukup lebar antara pasar domestik Indonesia dengan pasar internasional pada periode 21–27 September 2026.
Berdasarkan data HargaSawitIndonesia.id, platform pemantauan harga sawit milik DPP APKASINDO, harga CPO Rotterdam tercatat paling tinggi mencapai Rp26.965 per kilogram. Sementara harga CPO Malaysia berada di level Rp19.681 per kilogram.
Pada periode yang sama, harga CPO domestik Indonesia melalui KPBN berada di Rp15.300/kg, sedangkan CPO Bursa ICDX tercatat Rp16.200/kg.
Perbedaan tersebut menunjukkan harga CPO Indonesia masih berada di bawah harga CPO di pasar Malaysia dan Rotterdam. HargaSawitIndonesia.id mencatat harga CPO Indonesia (KPBN) terpaut sekitar Rp11.665/kg atau 43,3 persen dari harga CPO Rotterdam.
Sementara dibandingkan dengan harga CPO Malaysia, harga KPBN lebih rendah sekitar Rp4.381/kg.

Data tersebut juga menunjukkan adanya selisih antara harga CPO domestik KPBN dengan harga di Bursa ICDX.
Harga CPO Bursa ICDX mencapai Rp16.200/kg, atau sekitar Rp900/kg lebih tinggi dibandingkan harga KPBN sebesar Rp15.300/kg. Secara persentase, harga ICDX tercatat sekitar 5,9 persen lebih tinggi.
Dari sisi pergerakan mingguan, harga KPBN turun 2,6 persen, sedangkan harga CPO Bursa ICDX terkoreksi 1,8 persen.
Di pasar internasional, harga CPO Malaysia berada di level Rp19.681/kg, sementara CPO Rotterdam tercatat Rp26.965/kg dengan penurunan sekitar 0,2 persen.
Perbedaan harga CPO tersebut turut menjadi bagian penting dalam melihat hubungan antara harga minyak sawit dunia dan harga yang diterima petani.
Dalam dashboard HargaSawitIndonesia.id, harga TBS nasional pada periode tersebut tercatat sekitar Rp3.586/kg untuk petani plasma dan Rp3.015/kg untuk petani swadaya.
Platform tersebut juga menampilkan perbandingan harga CPO dunia dengan harga TBS petani sebagai gambaran rantai nilai sawit dari pasar CPO hingga tingkat pekebun. Situs HargaSawitIndonesia.id menyebut data yang ditampilkan mencakup acuan CPO KPBN, Bursa Malaysia dan Rotterdam serta harga TBS di sejumlah wilayah.
Besarnya perbedaan antara harga CPO domestik dan harga pasar internasional menjadi salah satu indikator yang menarik untuk dicermati dalam perdagangan sawit.
Pada periode 21–27 September 2026, selisih Rp11.665/kg antara CPO KPBN dan Rotterdam menjadi yang terbesar dalam perbandingan tersebut. Sementara selisih antara KPBN dan Bursa Malaysia mencapai Rp4.381/kg.
HargaSawitIndonesia.id menjelaskan bahwa harga CPO domestik yang lebih rendah dibandingkan Rotterdam dan Malaysia dipengaruhi sejumlah komponen biaya, antara lain bea keluar, pungutan ekspor, DMO, DPO, freight, sertifikasi, dan biaya finansial.
Dengan demikian, pergerakan harga CPO dunia tidak serta-merta tercermin secara penuh pada harga CPO domestik maupun harga TBS yang diterima petani.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *