KONSULTASI
Logo

Otorita IKN Dorong Transformasi Sawit Berkelanjutan melalui Agroforestri di Sekitar Nusantara

27 Agustus 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Otorita IKN Dorong Transformasi Sawit Berkelanjutan melalui Agroforestri di Sekitar Nusantara

sawitsetara.co - NUSANTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mendorong pengembangan perkebunan kelapa sawit di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) agar berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan dan penguatan ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Mirna Asnawati Safitri, yang mewakili Kepala OIKN Dr. Ir. Muhammad Basuki Hadimuljono, M.Sc., dalam kegiatan International Oil Palm Smallholder (IOPS) Forum 2026 di IKN.

Dalam sambutannya, Mirna menyampaikan bahwa keberadaan perkebunan rakyat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi di sekitar IKN. Karena itu, pengembangan kawasan IKN tidak hanya diarahkan pada pembangunan pusat pemerintahan, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

Ia menjelaskan, kawasan perkebunan dan pertanian rakyat memiliki keterkaitan dengan visi IKN sebagai kota yang berkelanjutan. Pengembangan ekonomi di sekitar IKN nantinya juga diarahkan melalui sejumlah klaster, termasuk klaster ekonomi hijau dan berkelanjutan serta industri berbasis sumber daya alam.

Menurutnya, produk berbasis kelapa sawit memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh, tidak hanya berupa minyak sawit, tetapi juga berbagai produk hilir, bahan kimia, produk perawatan pribadi, hingga energi.

“Pembangunan IKN bukan hanya memindahkan ibu kota, bukan hanya membangun pusat pemerintahan, tetapi juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, khususnya di Indonesia bagian tengah dan timur,” ujarnya.

Mirna menegaskan, pengembangan ekonomi tersebut tidak hanya terbatas di Kalimantan Timur. Wilayah mitra IKN dapat mencakup kawasan yang lebih luas di Pulau Kalimantan hingga Sulawesi.

Karena itu, OIKN melihat pentingnya kolaborasi dengan para petani dan pemangku kepentingan sektor kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Salah satu pendekatan yang didorong adalah penerapan agroforestri, yakni pengelolaan lahan dengan mengombinasikan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian atau perkebunan dalam satu bentang lahan.

DPP

Mirna mengatakan, transformasi menuju sistem agroforestri menjadi salah satu strategi OIKN dalam menjaga keseimbangan antara fungsi ekonomi dan perlindungan lingkungan. Hal tersebut juga berkaitan dengan komitmen IKN untuk mempertahankan kawasan hijau dan kawasan yang dilindungi.

“Kami sekarang sedang dalam proses untuk mencoba transformasi ke agroforestri,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan agroforestri membutuhkan pembelajaran dari berbagai praktik terbaik di dunia. OIKN juga telah mengembangkan sejumlah proyek percontohan untuk mempelajari penerapan lanskap agroforestri yang sesuai dengan kondisi kawasan Nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, OIKN juga membuka peluang kerja sama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO). Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup aspek panduan teknis, diskusi, legalisasi, pendidikan, hingga penguatan tata kelola perkebunan rakyat.

“Kami sangat berharap dapat bekerja sama dengan APKASINDO dalam panduan, teknis, diskusi terkait legalisasi dan pendidikan, untuk bisa melakukan sebuah pemerintahan yang lebih berkeadilan,” ujar Mirna.

Menurutnya, keterlibatan petani menjadi penting agar transformasi perkebunan tidak hanya menghasilkan manfaat lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

OIKN juga berharap kolaborasi dengan APKASINDO dapat mendorong transformasi praktik perkebunan menuju lanskap agroforestri yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat sistem perlindungan bagi pekebun kecil.

DPP

Selain itu, Mirna mengajak peserta IOPS Forum 2026 untuk mendiskusikan berbagai strategi agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, termasuk melalui penguatan sistem mitigasi risiko dan perlindungan bagi petani.

“Kita berbicara bagaimana kita bisa mendatangkan sistem kesehatan dan bencana agar dapat diberikan secara segera kepada petani seluruh rakyat,” tuturnya.

Ia menilai forum internasional yang mempertemukan petani sawit dari berbagai negara menjadi momentum penting untuk membangun kesepahaman mengenai masa depan perkebunan kelapa sawit yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Mirna menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta IOPS Forum 2026 yang telah memilih Nusantara sebagai tempat untuk berdiskusi dan membangun kesepakatan mengenai masa depan sektor kelapa sawit.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan kolaborasi konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit di tingkat nasional maupun global.

Tags:

IOPSIKN

Berita Sebelumnya
Dari Kalbar untuk IOPS Forum 2026: Saatnya Petani Swadaya Mendapat Perhatian Lebih

Dari Kalbar untuk IOPS Forum 2026: Saatnya Petani Swadaya Mendapat Perhatian Lebih

Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kalimantan Barat, Indra Rustandi, SM, menyambut positif penyelenggaraan International Oil Palm Smallholder (IOPS) Forum 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 27–29 Agustus 2026.

26 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *