KONSULTASI
Logo

Pemerintah Bersama Stake Holder Bedah Tidak Berkembangnya “SISKA”

15 Januari 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
Pemerintah Bersama Stake Holder Bedah Tidak Berkembangnya “SISKA”
HOT NEWS

sawitsetara.co – BOGOR – Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong swasembada pangan dan energi, diantaranya dengan Sistem Integrasi Sawit – Kelapa Sawit (SISKA). Namun hal tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan. Terbukti, program yang diluncurkan tahun 2003 ini tidak berkembang secara signifikan.

Melihat hal ini maka Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia mengumpulkan stake holder (pelaku usaha) dibidangnya baik pelaku peternakan, kelapa sawit hingga Kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) dan Direktorat Jenderal Perkebunan. Tidak hanya itu Bappenas juga memanggil ahli riset dalam hal ini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan beberapa pakar.

“Jadi saya ingin mendengar dan perkembangan dari program “SISKA” ini,” kata Jarot Indarto, Diretur Pangan dan Pertanian (Bappenas), dalam pertemuan tersebut di Bogor (15/1/2026).


Promosi ssco

Dalam rapat tersebut, Jarot bertanya apa saja kendala yang terjadi sebab ini Adalah program strategis lintas sektor. “Sebab jika peternak sapi kekurangan lahan dan pakan, saya rasa integrasi sawit – sapi ini seharusnya bisa menjadi potensi,” harap Jarot.

Terlebih, lanjut Jarot program sawit – sapi ini telah menjadi program strategis nasional (PSN), sehingga diharapkan tahun 2026 bisa berjaan maksimal dan dapat mewujudkan swasembada (daging) sapi.

Menurut Dr. Rino Afrino, ST., MM., C.APO, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) bahwa tidak maksimalnya integrasi sawit -sapi karena usahanya belum menjanjikan bagi petani kelapa sawit. “Memang anggota kita sudah ada yang menjalankannya tapi itu masih hanya sekedar hobi. Hal ini berbeda dengan budidaya kelapa sawit yang hasilnya sudah terbukti mengebuah ekonomi keluarga,” kata Rino dalam pertemuan tersebut.


Promosi ssco

Sementara itu dalam link zoom, Ketua Umum Gabungan Pelaku dan Pemerhati Sistem Integrasi Sapi-Sawit (GAPENSISKA) Joko Irianto pun mengakui bahwa petani melakukan integrasi sawit – sapi belum menjadi usaha yang utama masih sekedar sampingan.

“Memang sudah petani yang melakukan inetrgasi sawit – sapi tapi itu skalanya kecil. Petani memelihara sapi untuk dilakukan breeding (pengembangbiakan) hanya untuk tabungan sehingga skalanya hanya 2-3 ekor indukan, bukan skala besar,” jelas Joko.

“Hal ini berbeda kondisinya dengan peternak sapi yang ada di Australia, Dimana mereka melakukan breeding dalam skala besar. Hal ini karena usaha budidaya sapi di negara tersebut cukup menjanjikan,” tambah Joko.

Melihat hal ini, menurut Prof. Dr. Ir. Budi Mulyanto, M.Sc maka sebaiknya diciptakan dulu bagaimana eko sistem dari integrasi sawit – sapi agar bisa memberikan dampak positif yang cukup besar sehingga berjalan maksimal. “Kalau perlu jangan ada banyak atiuran yang menghambat program tersebhut sehingga program tersebut dapat berjalan maksimal,” pungkas Prof Budi.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *