
sawitsetara.co - SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak meresmikan infrastruktur jalan kebun kelapa sawit sepanjang 8 kilometer di Kecamatan Koto Gasib. Infrastruktur ini menjadi urat nadi baru bagi distribusi hasil panen pekebun rakyat, sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini menjadi beban utama petani sawit.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Siak, Afni Z, di Kampung Kuala Gasib. Proyek pembangunan jalan tersebut menelan anggaran Rp6 miliar yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, dan difokuskan untuk kawasan perkebunan dengan skema Kredit Koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA).
Dalam sambutannya, Bupati Afni memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Koperasi Rimba Mutiara Banso yang dinilai mampu membangun kemandirian ekonomi anggotanya melalui berbagai unit usaha strategis.
“Kami mengucapkan tahniah pada seluruh anggota Koperasi. Koperasi yang memiliki SPBU sendiri, mungkin ini yang pertama di Riau,” ujar Bupati Afni, dikutip dari laman Pemkab Siak, Kamis (15/01/2026).
Menurut Afni, keberhasilan koperasi tersebut seharusnya menjadi contoh bagi badan usaha milik daerah (BUMD). Ia menilai etos kerja pengurus koperasi menjadi kunci dalam membangun kekuatan ekonomi daerah.
“Langkah dan upaya ini perlu kita adopsi, terutama semangat dalam mengembangkan koperasi. BUMD Kabupaten Siak perlu mencontoh upaya Koperasi Rimba Mutiara, jangan sampai kalah dengan koperasi,” tegas Bupati Afni di hadapan para undangan.
Tidak hanya membangun jalan, program sarana dan prasarana dari BPDPKS juga menyentuh aspek lain yang langsung berdampak pada produktivitas pekebun swadaya. Program ini dirancang untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil panen.
Dukungan yang diberikan meliputi:
Bupati Afni menilai, kolaborasi antara jalan kebun yang layak dan keberadaan SPBU mandiri akan membentuk ekosistem ekonomi yang kuat bagi petani sawit.
“Kami harap SPBU DODO Mini dan peningkatan infrastruktur jalan kebun ini dapat mendorong kemandirian ekonomi koperasi, memperlancar aktivitas perkebunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Koto Gasib dan sekitarnya,” tuturnya.
Saat ini, Koperasi Rimba Mutiara Banso memiliki 1.725 anggota aktif yang terlibat dalam rantai pasok industri sawit. Koperasi tersebut juga tengah menyiapkan langkah strategis lanjutan berupa program peremajaan (replanting) kebun sawit rakyat.
Manajemen koperasi menargetkan lahan seluas 2.650 hektare di wilayah Koto Gasib akan diremajakan dalam waktu dekat, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi dan meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.
Tags:
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *