KONSULTASI
Logo

Petani Sawit Riau Siap Hadiri IOPS Forum 2026, Bawa Semangat Perkuat Posisi Petani Sawit

20 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Petani Sawit Riau Siap Hadiri IOPS Forum 2026, Bawa Semangat Perkuat Posisi Petani Sawit

sawitsetara.co - PEKANBARU — Ketua DPW APKASINDO Provinsi Riau, Haji Suher, menyatakan kesiapan untuk hadir langsung dalam International Oil Palm Smallholder (IOPS) Forum 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Forum yang berlangsung 27 – 29 Agustus 2026 tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi petani kelapa sawit, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global.

Suher mengatakan, kehadirannya di IKN akan menjadi bagian dari komitmen APKASINDO Riau untuk mempertemukan dan membangun komunikasi antara petani sawit Indonesia dengan petani sawit dari berbagai negara.

“Saya siap mendukung dan hadir langsung ke IKN dalam kegiatan IOPS Forum 2026 untuk bertemu dengan petani sawit seluruh Indonesia dan mancanegara,” kata Suher.

DPP

Menurut dia, pertemuan petani sawit lintas negara melalui IOPS Forum 2026 diharapkan dapat memperkuat solidaritas sekaligus posisi tawar petani dalam menghadapi berbagai persoalan industri sawit.

Suher juga menyampaikan sambutan kepada para petani sawit dari negara lain yang akan datang ke Indonesia untuk mengikuti forum tersebut.

Welcome kepada petani sawit negara lain yang akan hadir di IKN nantinya,” ujarnya.

Suher menilai forum internasional tersebut memiliki arti penting bagi Riau. Sebagai salah satu provinsi dengan areal perkebunan kelapa sawit yang luas, kepentingan petani sawit Riau menurutnya harus menjadi bagian dari agenda perjuangan APKASINDO.

Dalam kesempatan itu, Suher juga menyinggung pernyataan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat berada di Riau beberapa waktu lalu. Menurut Suher, Rachmat menyampaikan bahwa APKASINDO merupakan rumah bagi petani sawit.

“Saya berdiri di atas ponton. Minggu yang lalu Bapak Menteri Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan langsung kepada saya bahwa APKASINDO adalah rumah petani sawit,” katanya.

DPP

Bagi Suher, pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi petani harus memberikan manfaat nyata bagi anggotanya, terutama dalam memperjuangkan kepentingan petani sawit.

“Riau adalah salah satu provinsi terluas perkebunan kelapa sawit. APKASINDO harus memberi manfaat bagi petani. Semangat itulah yang akan saya bawa nantinya ke IKN,” ujarnya.

Ia berharap IOPS Forum 2026 tidak berhenti sebagai forum pertemuan semata, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat posisi petani sawit dunia.

Suher pun mengajak seluruh elemen petani sawit untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan memperjuangkan kesetaraan dalam rantai industri kelapa sawit.

“Maju terus APKASINDO, maju terus petani kelapa sawit Indonesia. Sawit Indonesia, dunia menikmatinya. Salam setara,” katanya.

IOPS Forum 2026 akan menjadi ruang pertemuan petani sawit dari Indonesia dan sejumlah negara produsen sawit untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk penguatan posisi petani, harga TBS, keberlanjutan, hilirisasi, transparansi, serta masa depan perkebunan sawit rakyat.

Tags:

IOPSInternational Oil Palm Smallholder ForumBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Papua Periode 1–15 Agustus 2026 Turun

Harga TBS Papua Periode 1–15 Agustus 2026 Turun

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun di Provinsi Papua periode 1–15 Agustus 2026 mengalami penurunan. Penetapan harga berlaku untuk pekebun Mitra Plasma maupun Mitra Swadaya di Papua.

19 Agustus 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *