KONSULTASI
Logo

Produsen Pupuk Organik asal China Tinjau Perkebunan Sawit Riau, Jajaki Kerja Sama dengan APKASINDO

18 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Produsen Pupuk Organik asal China Tinjau Perkebunan Sawit Riau, Jajaki Kerja Sama dengan APKASINDO
HOT NEWS

sawitsetara.co - KAMPAR — Perusahaan produsen pupuk organik asal Xiamen, Tiongkok, Mata Eco Co., Ltd, melakukan kunjungan lapangan ke perkebunan kelapa sawit milik Ketua DPW APKASINDO Provinsi Riau, H. Suher, di Kabupaten Kampar.

Didampingi oleh Head of International Relation APKASINDO yang juga Sekretaris DPW APKASINDO Riau, Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL, kunjungan yang berlangsung pada Selasa (3/2/2026) ini menjadi bagian dari penjajakan awal kerja sama internasional dalam pemanfaatan pupuk organik untuk memperbaiki kualitas tanah perkebunan sawit rakyat di Riau.

Adapun kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara delegasi Mata Eco Co., Ltd dan jajaran APKASINDO di kantor perwakilan DPP APKASINDO di Riau di Pekanbaru, yang juga mendapat sambutan dari Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO.

Sawit Setara Default Ad Banner

Di sela kegiatan, KH. Suher menjelaskan bahwa kunjungan perusahaan asal China tersebut berangkat dari ketertarikan mereka terhadap potensi perkebunan sawit di Riau, sekaligus rencana memperkenalkan produk pupuk pembenah tanah yang difokuskan pada perbaikan kondisi tanah.

“Mereka punya produk pembenahan tanah dan ingin melihat langsung kondisi perkebunan sawit di Riau. Karena itu, hari ini kita langsung ke lapangan untuk melihat situasi sawitnya seperti apa,” ujar H. Suher.

Menurutnya, penjajakan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan China, khususnya di Provinsi Riau. Ke depan, penggunaan pupuk organik tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk dimanfaatkan oleh petani sawit rakyat secara lebih luas.

WhatsApp Image 2026-02-04 at 09.17.16 (1).jpeg

Rencana kerja sama yang pada tahap awal, yaitu skema uji coba penggunaan pupuk pembenah tanah di Riau yang kemudian akan dilanjutkan ke tahap kerja sama jangka panjang. Uji coba tersebut dinilai penting untuk memastikan kecocokan produk dengan karakteristik tanah dan tanaman sawit di Indonesia.

“Harapannya tentu kerja sama ini bisa saling menguntungkan,” kata H. Suher.

Ia menambahkan, perbaikan pH dan kesehatan tanah menjadi salah satu kunci agar produktivitas kebun sawit rakyat dapat meningkat secara berkelanjutan. Dengan kondisi tanah yang lebih baik, efektivitas pemupukan yang selama ini dilakukan petani juga diharapkan ikut meningkat.

Sawit Setara Default Ad Banner

Sementara itu, perwakilan Mata Eco Co., Ltd, Leslie dan Rocky menyampaikan bahwa kunjungan ke perkebunan sawit di Riau memberikan pengalaman baru bagi pihak mereka. Leslie mengaku terkesan dengan skala perkebunan sawit serta ukuran tanaman dan tandan buah segar yang ditemui di lapangan.

“Ini pertama kali kami berada di kebun sawit. Pengalaman yang sangat baik bagi kami,” Leslie.

Leslie menilai, kondisi tanaman sawit di Riau menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pendekatan perbaikan kualitas tanah. Delegasi Mata Eco Co., Ltd juga melakukan pengamatan langsung terhadap struktur dan kondisi tanah di sekitar tanaman sawit sebagai bagian dari penjajakan awal tersebut.

WhatsApp Image 2026-02-04 at 09.34.56.jpeg

Melalui kunjungan ini, Mata Eco Co., Ltd menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama dengan pelaku perkebunan sawit di Indonesia, khususnya dalam mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami berharap dapat bekerjasama jangka panjang dengan APKASINDO dan kembali ke Indonesia untuk kerja sama ke depan,” ujar Rocky.

Sebagai konteks dari penjajakan kerja sama internasional tersebut, APKASINDO sebelumnya juga aktif memperluas jejaring global di sektor sarana produksi pertanian. Bersama Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI), APKASINDO melakukan kunjungan ke Provinsi Yunnan, Cina, untuk menghadiri The 2025 Green Pesticide Expo & Yunnan Agri-Inputs Trade Fair pada 18–19 Desember 2025 di Kunming Dianchi International Convention and Exhibition Center.

Pameran internasional ini diselenggarakan oleh China Association of Pesticide Development & Application bekerja sama dengan Xiamen Phoenix Creative Exhibition Service Co., Ltd, dan menjadi forum strategis dalam mendorong pengembangan pertanian hijau berbasis teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-02-04 at 09.17.16 (2).jpeg

Dalam kegiatan tersebut, APKASINDO diwakili oleh Dr. (cn) Djono, serta Suhendrik, Wakil Ketua Umum Bidang Usaha dan Kemitraan. Keduanya mempelajari perkembangan teknologi pertanian, khususnya pembangunan pabrik pupuk skala UMKM berbasis energi terbarukan dan hemat energi, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan keberlanjutan sektor perkebunan rakyat di Indonesia.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
Untuk Pertama Kalinya di Riau dan Indonesia, Harga TBS Umur 26–30 Tahun Juga Ditetapkan

Untuk Pertama Kalinya di Riau dan Indonesia, Harga TBS Umur 26–30 Tahun Juga Ditetapkan

Kebijakan ini menjadi yang pertama tidak hanya di Riau, tetapi juga di Indonesia, sekaligus menandai pengakuan resmi terhadap nilai agronomis dan ekonomis tanaman sawit tua yang masih produktif.

4 Februari 2026 | Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *