KONSULTASI
Logo

Prof Agus Pakpahan Dorong Penas III Hasilkan Peta Jalan Sawit Rakyat 2045

20 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Prof Agus Pakpahan Dorong Penas III Hasilkan Peta Jalan Sawit Rakyat 2045

sawitsetara.co – JAKARTA — Anggota Dewan Pembina DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Prof. Dr. Agus Pakpahan, M.S, mendorong Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia ke-III (Penas III) menghasilkan peta jalan pengembangan sawit rakyat menuju 2045. Langkah ini diharapkan memperkuat kesinambungan program dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Prof Agus mengusulkan prinsip “Dari Aspirasi Menuju Penyelesaian dan Aksi Berkelanjutan”. Menurut dia, pertemuan nasional perlu menghubungkan aspirasi petani dengan keputusan dan tindak lanjut yang terukur. Prof Agus menilai hasil Penas I dan II dapat menjadi fondasi untuk menyusun agenda berikutnya. Karena itu, Penas III perlu memetakan capaian dan tindak lanjut rekomendasi dari kedua pertemuan tersebut.

“PENAS III harus melakukan stocktaking terhadap seluruh keputusan dan rekomendasi PENAS I dan II,” kata Prof Agus dalam keterangan tertulis kepada sawitsetara.co, Selasa (20/10/2026).

Ia mengusulkan agar setiap agenda memiliki status penyelesaian yang jelas. Pemetaan itu akan membantu APKASINDO menentukan prioritas dan langkah lanjutan bagi penguatan petani sawit rakyat.

tamplate

Susun Matriks Tindak Lanjut

Untuk menjaga kesinambungan program, Prof Agus mengusulkan pembentukan Matriks Tindak Lanjut Penas I–III. Dokumen ini akan memuat hasil pertemuan, status pelaksanaan, tindakan yang diperlukan, penanggung jawab, dan target waktu.

Matriks tersebut juga diharapkan menjadi dokumen yang diperbarui secara berkala. Perkembangannya dapat dilaporkan kepada jajaran APKASINDO dan petani sebagai bagian dari pemantauan program. Selain menindaklanjuti agenda sebelumnya, Penas III perlu menetapkan prioritas baru. Agenda tersebut harus menyesuaikan perkembangan sektor sawit rakyat dan mendukung visi Sawit Rakyat 2045.

Prof Agus mengusulkan peta jalan yang menghubungkan Penas I, Penas II, Penas III, dan pertemuan berikutnya. Dengan mekanisme tersebut, setiap pertemuan dapat menjadi pijakan bagi program selanjutnya. “Dengan demikian, Penas menjadi sebuah proses nasional yang berkelanjutan, bukan serangkaian acara yang berdiri sendiri,” tulisnya.

Tata Niaga TBS hingga Hilirisasi Koperasi

Prof Agus juga mengusulkan sejumlah agenda strategis untuk masuk dalam mekanisme tindak lanjut. Agenda tersebut mencakup tata niaga tandan buah segar (TBS), Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), diplomasi sawit 2045, dan implementasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Penguatan hilirisasi melalui koperasi petani turut menjadi perhatian. Koperasi dinilai memiliki posisi strategis dalam mengonsolidasikan produksi, pembiayaan, pengolahan, dan pemasaran hasil perkebunan.

Selain itu, koperasi dapat memperkuat akses petani terhadap hilirisasi, sertifikasi, dan diplomasi ekonomi. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan keterlibatan petani dalam penciptaan nilai tambah industri sawit nasional. Prof Agus menekankan pentingnya menempatkan petani sawit rakyat sebagai subjek pembangunan. Dengan peran yang lebih kuat, petani diharapkan memperoleh manfaat lebih besar dari perkembangan industri sawit.

tamplate

Perkuat Kesinambungan Penas

Prof Agus mengusulkan tujuh keluaran utama Penas III. Keluaran itu meliputi daftar hasil Penas I dan II, status penyelesaian, agenda tertunda, penanggung jawab, target waktu, mekanisme pemantauan dan evaluasi, serta agenda menuju Penas berikutnya dan Sawit Rakyat 2045. Ia berharap seluruh rekomendasi dapat menjadi dasar penyusunan program yang berkelanjutan. Dengan demikian, hasil pertemuan dapat dipantau dan dikembangkan sesuai kebutuhan petani.

“PENAS harus berkesinambungan. Apa yang diputuskan hari ini harus menjadi pekerjaan yang dapat diukur besok, dan hasilnya menjadi fondasi bagi agenda berikutnya,” tulis Prof Agus.

Penas III dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Petani Kelapa Sawit dan Sinergitas Hilir Kunci Kedaulatan Energi Indonesia” sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-26 APKASINDO. Melalui Penas III, APKASINDO diharapkan dapat memperkuat konsolidasi petani dan menyusun langkah strategis bagi pengembangan sawit rakyat. Kesinambungan program menjadi salah satu fondasi untuk mendorong kesejahteraan petani menuju 2045.

Tags:

PENASBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Investasi Nagan Raya Tembus Rp41 Miliar, Sawit dan Industri CPO Jadi Motor Utama

Investasi Nagan Raya Tembus Rp41 Miliar, Sawit dan Industri CPO Jadi Motor Utama

Dari total investasi tersebut, sektor perkebunan dan pertanian kelapa sawit menyumbang nilai terbesar, yakni Rp24,5 miliar. Sementara itu, industri CPO mencatatkan investasi sebesar Rp13,956 miliar. Jika digabungkan, kedua sektor berbasis kelapa sawit ini berkontribusi sekitar Rp38,46 miliar atau lebih dari 93% terhadap total investasi yang dilaporkan.

19 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *