
sawitsetara.co - JAKARTA — Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) telah merealisasikan peremajaan 427.441 hektare kebun sawit dengan dana Rp12,14 triliun sejak 2017 hingga Juli 2026. Program ini diperkirakan mampu menyerap hingga 1 juta tenaga kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan PSR menjadi penting untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat, terutama setelah pemerintah menjalankan program biodiesel B50.
“Kami mengapresiasi penandatanganan kerjasama tiga pihak antara sawit rakyat dengan BPDP, Bank Penyalur dan lima kelembagaan pekebun,” kata Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Airlangga mengatakan penerapan B50 meningkatkan kebutuhan CPO untuk biodiesel dari 15,6 juta menjadi 18 juta ton. Karena itu, produktivitas kebun sawit rakyat perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Kebijakan ini meningkatkan kebutuhan CPO untuk biodiesel dari 15,6 menjadi 18 juta, sehingga program PSR ini menjadi penting karena untuk meningkatkan produktivitas daripada sawit,” ujarnya.
Menurut Airlangga, BPDP berperan menghimpun dana untuk membiayai program yang mendukung ketahanan energi, termasuk pelaksanaan biodiesel B50.
Selain PSR, BPDP bekerja sama dengan sembilan perguruan tinggi untuk menjalankan program beasiswa kelapa sawit. Program tersebut menargetkan 5.000 mahasiswa di seluruh Indonesia.
“Mitra yang tercatat adalah 42 dari Aceh hingga Papua dan beasiswa diberikan kepada 5 ribu daripada mahasiswa. Tadi kami memberikan tantangan di mana dari beasiswa 5 ribu ini harus bisa ditingkatkan 4 kali menjadi 20 ribu,” kata Airlangga.
Ia menilai peningkatan jumlah penerima beasiswa penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mendukung peningkatan produktivitas sektor sawit.
“Sehingga tentu ini menjadi penting terutama untuk meningkatkan produktivitas di sawit," katanya.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *