
sawitsetara.co – JAKARTA – Dalam Rapat Kerja (Raker) Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (15/1/2026), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajukan tambahan anggaran untuk pemulihan pertanian pasca bencana di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat) sebesar Rp5,1 triliun.
Dari angka tersebut sebesar Rp50,46 miliar untuk rahab perkebunan (sawit, kakao, kopi, karet dan lainnya). Lalu, Rp736,21 miliar untuk rehabilitasi lahan sawah ringan, sedang, dan irigasi, Rp68,6 miliar untuk bantuan benih tanaman pangan, serta penyediaan alsintan, pupuk, pestisida sebesar Rp641,25 miliar, dan lainnya.
Bantuan tersebut diprioritaskan untuk wilayah yang paling terdampak, kemudian yang yang mengalami kerusakan ringan dan sedang. Sementara itu, untuk lahan yang mengalami kerusakan berat, diperlukan sinergi lintas Kementerian diantaranya Kementerian PU untuk irigasi, Kementerian ATR/BPN untuk terkait penataan ruang.
“Kebutuhan ini berasal dari pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh lokasi terdampak. Di sisi lain, program prioritas untuk menjaga pertanian berkelanjutan tetap harus berjalan,” kata Amran.
Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor tersebut melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Daerah yang paling terdampak antara lain Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Berdasarkan data per 13 Januari 2026, luas sawah terdampak di ketiga provinsi mencapai 107.324 hektare. “Tentu data dampak bencana ini bersifat dinamis dan terus kami perbarui setiap hari melalui koordinasi intensif antara unit Eselon I Kementerian Pertanian dan dinas pertanian di daerah terdampak,” pungkas Amran.
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *