
BALI – Berbagai langkah terus dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong komoritas kelapa sawit dari hulu hingga hilir termasuk pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal ini penting mengingat jumlah pelaku UMKM berbasis kelapa sawit di Indonesia jumlahnya cukup besar diantaranya mulai dari sabun, aroma terapi, lilin, anyaman atau handy craft, hingga lidi.
Atas dasar itulah Sawit Setara bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Dinas Koperasi Provinsi Bali mendorong pelaku UMKM dengan menggelar business matching dengan mempertemukan antara pelaku UMKM di wilayah Bali dengan pihak perhotelan dan restoran. Hal ini dilakukan untuk memperluas pasar pelaku UMKM untuk Pemberdayaan UMKM Kelapa Sawit”, “Hilirisasi Kelapa Sawit Inklusif pro Petani”
Seperti diketahui di wilayah Badung Bali terdapat 400 hotel, dari jumlah tersebut sekitar 150-nya adalah hotel berbintang dan sisanya kelas Melati. “Melalui business matching ini maka produk-produk UMKM seperti sabun, lulur, hingga aroma terapi bisa masuk ke hotel-hotel lebih besar lagi,” ungkap Putu Agus Mahendra, Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda, Dinas koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Selasa (14/4/2026).

Lebih dari itu, lanjut Putu, dengan adanya business matching yang dilakukan oleh Sawit Setara yang didukung oleh BPDP maka pihak perhotelan dapat mengetahui kriteria dan standar hotel terhadap produk-produk yang di produksi oleh pelaku UMKM.
“Jadi dengan adanya business matching ini pelaku UMKM dapat mengetahui keinginan konsumen tarhadap produk yang dibuatnya, dengan begitu maka pelaku UMKM bisa meningkatkan kualitasnya sesuai keinginan pasar dalah hal ini hotel sehingga produk-produknya bisa terserap,” harap Putu.
Ditempat yang sama, Analis Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Anwar Sadat mengapresiasi business matching yang dilakukan oleh Sawit Setara dengan mempertemukan antara pelaku UMKM dengan pihak perhotelan. Melalui kegiatan ini maka bisa memperkuat dan memperluas pasar produk UMKM berbasis kelapa sawit. Hal ini selaras dengan program BPDP yang mendorong pelaku kelapa sawit dari hulu hingga hilir termasuk pelaku UMKM.
“Program promosi melalui pemberdayaan UMKM dan Koperasi berbasis produk kelapa sawit, menjadi contoh nyata kontribusi komoditas sawit dalam produk keseharian masyarakat dan penguatan ekonomi skala mikro. Beberapa pengembangan produk UMKM oleh BPDP bekerja sama dengan Mitra UMKM Sawit,” ungkap Anwar.

Selain itu, lanjut Anwar, pengajuan kegiatan promosi perkebunan dalam rangka pemberdayaan UMKM perkebunan dapat dilakukan melalui Aplikasi Program Promosi BPDP “AKSI NYATA” (Aplikasi Kemitraan dan Promosi Perkebunan Punya Kita).
Anwar menambahkan, “BPDP selalu mendukung UMKM agar dapat terus berinovasi dan berkembang. Produk turunan sawit memiliki potensi besar untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang wirausaha bagi yang lebih luas.”
Seperti diketahui, sebelumnya BPDP juga meluncurkan katalog berisi 100 produk UMKM sawit untuk memperluas akses pasar dan mempercepat promosi. Langkah ini penting agar pelaku usaha kecil tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga produk olahan dengan nilai tambah.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Business Matching, Suhendrik yang mempertemukan antara pekaku UMKM dengan pihak hotel berharap kegiatan ini tidak hanya di Provinsi Bali saja. Sebab pelaku UMKM berbasis kelapa sawit tersebar di diseluruh Indonesia.
“Melalui kegiatan ini maka diharapkan roda ekonomi pelaku UMKM bisa bergerak lebih cepat lagi. Sebab jika produk UMKM berbasis sawit meningkat, maka otomatis akan mengangkat sektor hulu dalam hal ini petani sawit selaku penyedia bahan baku,” pungkas Suhendrik.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *