
sawitsetara.co - PEKANBARU – Antusiasme pengunjung mewarnai hari pertama penyelenggaraan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di Pekanbaru Convention and Exhibition, Kamis (6/8/2026). Sejumlah eksibitor mengaku stan mereka dipadati pengunjung, bahkan beberapa produk habis terjual dan pesanan terus berdatangan sejak pameran dibuka.
Salah satu eksibitor asal Malaysia, Chong Lek Engineering Works Sdn Bhd, mengaku membawa lebih banyak produk dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan tersebut memamerkan dua jenis egrek berbahan high carbon spring steel dengan panjang bilah 40 sentimeter dan 45 sentimeter.
“Kelebihannya tajam, tahan lama, tingkat kekerasannya mencapai 52-55 HRC,” kata perwakilan Chong Lek Engineering Works, Pong Chung Kuan.
Menurut dia, SIEXPO 2026 merupakan kali kedua perusahaan mengikuti pameran tersebut. Dibandingkan tahun lalu, respons pengunjung tahun ini jauh lebih tinggi.

“Kali ini kita bawa lebih banyak barang, tetapi setengah hari pun sudah selesai (habis). Reaksi lebih bagus dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia mengatakan usai mengikuti pameran biasanya banyak calon pelanggan yang menghubungi perusahaan untuk melakukan pemesanan. Melalui SIEXPO 2026, pihaknya berharap dapat memperluas jaringan pemasaran di Indonesia.
“Kami harap dapat lebih banyak customer, dan juga mendapatkan agen atau distributor yang bisa membantu menjual produk kami,” katanya.
Antusiasme serupa dirasakan PT Musim Mas yang memanfaatkan SIEXPO 2026 untuk memperkenalkan empat varietas benih sawit terbaru, yakni GS1, GS2, GS3, dan GS4.
Manajer Produksi PT Musim Mas, Benny Wijaya, mengatakan keempat varietas tersebut memiliki sumber genetik yang berbeda. Salah satu yang menjadi perhatian adalah GS3 dan GS4 yang menggunakan indukan Angola, sumber genetik baru yang dinilai memiliki potensi produktivitas lebih tinggi.
“Potensi hasilnya bisa sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan material yang ada saat ini. Karena itu kami melihat peluang pengembangannya sangat besar,” ujarnya.
Menurut Benny, banyak pekebun swadaya, perusahaan, hingga pemasok yang datang ke stan Musim Mas untuk mencari informasi mengenai varietas baru tersebut. Bahkan, sejumlah pengunjung telah menyatakan minat untuk melakukan pemesanan.
“Sudah ada yang ingin memberikan pesanan. Antusiasnya sangat baik,” katanya.
Ia berharap kehadiran Musim Mas di SIEXPO 2026 dapat memperkenalkan varietas baru tersebut kepada lebih banyak pekebun sehingga mampu meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional.
“Tujuan kami agar masyarakat dan petani mengenal varietas baru ini sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan kuantitas komoditas kelapa sawit Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, produsen benih sawit iCalix, yang juga rutin mengikuti SIEXPO sejak penyelenggaraan pertama, mengaku merasakan lonjakan jumlah pengunjung pada tahun ini.
Perwakilan iCalix, Julianus Pranatar, mengatakan benih iCalix memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari lebih tahan terhadap penyakit saat di pembibitan hingga mampu memasuki masa panen lebih cepat.
“Di nursery lebih tahan terhadap curvularia. Setelah ditanam, umur delapan sampai sepuluh bulan sudah mulai berbunga, dan umur 26 sampai 28 bulan sudah bisa panen perdana,” katanya.

Julianus mengungkapkan tingginya permintaan membuat produksi benih perusahaan saat ini telah habis dipesan. Konsumen baru bahkan harus menunggu sekitar enam bulan untuk memperoleh benih.
“Sekarang sebenarnya sudah habis. Kalau mau harus antre sekitar enam bulan lagi,” ujarnya.
Menurut dia, hampir seluruh pengunjung yang datang ke stan iCalix tidak hanya mencari informasi, tetapi juga mencatatkan kebutuhan benih yang akan dipesan.
“Mereka menuliskan kebutuhan pesanannya di buku tamu. Tahun ini jauh lebih ramai dibanding tahun lalu,” katanya.
Meningkatnya antusiasme pengunjung di berbagai stan memperlihatkan tingginya minat pelaku industri terhadap teknologi, alat, dan inovasi terbaru di sektor kelapa sawit. Bagi para eksibitor, SIEXPO 2026 bukan sekadar ajang pameran produk, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas jaringan bisnis, menjaring pelanggan baru, serta memperkuat kolaborasi di industri sawit nasional.
Adapun SIEXPO 2026 mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit”, agenda tahunan yang memasuki penyelenggaraan keempat ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, pekebun, akademisi, penyedia teknologi, serta pelaku usaha untuk membahas penguatan industri sawit nasional. Agenda ini berlangsung selama tiga hari dari 6 hingga 8 Agustus 2026 di Ska Co-ex, Pekanbaru.
Pembukaan acara dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriadi, perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), pelaku usaha, organisasi perkelapasawitan, akademisi, hingga peserta dari berbagai provinsi.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *