KONSULTASI
Logo

UMKM Kaya Bersama BPDP

27 Oktober 2025
AuthorIbnu
EditorIbnu
UMKM Kaya Bersama BPDP
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA – Suka tidak suka harus diakui bahwa tidak sedikit produk turunan dari kelapa sawit, baik yang skala industtri ataupun UMKM (usaha mikro keci dan menengah). Jadi produk turunan sawit sangat beragam, mulai dari produk pangan seperti minyak goreng, margarin, dan shortening, hingga produk non-pangan seperti biodiesel, sabun, deterjen, kosmetik, bahan bakar alternatif hingga produk anyaman yang dikerjakan oleh pelaku UMKM seperti sapu lidi, batik hingga makanan ringan.

Melihat hal ini maka Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) komit untuk mendorong sektor UMKM berbasis sawit. “Jadi jika Kementerian Keuangan punya program Kaya Bersama Purbaya, kita punya slogan UMKM Kaya bersama BPDP (Badan Pengelola Dan Perkebunan (BPDP)” ungkap Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah saat membuka Bedah Peta Sawit Indonesia (BESTI) 2025, di Jakarta, (27/10/2025).


DPP

Lebih dari itu, Helmi mengakui bahwa kini pihaknya (BPDP) berkolaborasi dengan semua pihak untuk mendorong sektor sawit termasuk sektor UMKM berbasis sawit.

Jadi kiota juga berkolaborasi dengan lintas Kementerian, Badan,hingga rekan-rekan Jurnalis seperti hari Sabtu kemarin (24/10/2025) kita mengkampanyekan produk UMKM sawit bersama Forwatan (Forum Wartawan Pertanian-red). Selain itu kita juga memberikan informasi-informasi mengenai manfaat sawit dari PAUD hingga mahasiswa. Kita Bersama-sama mengkampanyekan sawit baik,” papar Helmi.

Sehingga dalam hal ini Helmi mengakui kampamnye tidak hanya mendengarkan tapi juga dipraktekan. Bagaimana mengkampanyekan kebaikan sawit diantaranya melalui pelaku pelaku UMKM.

Salah satu bukti sawit kontrinbusi terhadap negara yakni dimana devisa negara sebesar 9 persennya dari sektor sawit, Bahkan beberapa pelaku UMKM berbahan baku dari sawit juga ekonominya terangkat, salah satunnya pembatik asal Yogyakarta dimana saat ini malam yang digunakan untuk membatik menggunakan sawit dari penghasilan mulai Rp500 ribu dan saat ini mencapai Rp 2 miliar

“Melihat fakta ini maka kita jaga dan kembangkan sawit bersama-sama,” tegas Helmi.

Sekedar catatan, salah satu bukti BPDP mendorong sektror UMKM berbasis sawit diantaranya yakni dengan meluncurkan berbagai program untuk mendukung UMKM berbasis sawit, termasuk peluncuran Katalog 100 Produk UKMK Kelapa Sawit yang menampilkan produk-produk inovatif dari berbagai daerah.


DPP

Berita Sebelumnya
Terbitnya PP45/2025 Timbulkan Ketidakpastian Hukum

Terbitnya PP45/2025 Timbulkan Ketidakpastian Hukum

Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 45 Tahun 2025 sebagai revisi atas PP No. 24 Tahun 2021 memicu gelombang kritik tajam dari kalangan akademisi hingga petani sawit. Regulasi yang mengatur sanksi administratif dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor kehutanan ini dinilai tidak hanya menimbulkan ketidakpastian hukum, tetapi juga berpotensi mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat di daerah penghasil sawit.

26 Oktober 2025 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *