KONSULTASI
Logo

Wabup Kuansing Dorong Optimalisasi PSR dan Sarpras Sawit, Singgung Peluang Beasiswa Anak Petani

22 Januari 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Wabup Kuansing Dorong Optimalisasi PSR dan Sarpras Sawit, Singgung Peluang Beasiswa Anak Petani
HOT NEWS

sawitsetara.co - KUANTAN SINGINGI - Upaya memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus digencarkan. Wakil Bupati Kuansing, H. Muklisin, menegaskan pentingnya pemanfaatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Sarana Prasarana (Sarpras) Perkebunan secara optimal untuk mendorong kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Muklisin saat menghadiri Sosialisasi PSR dan Sarpras Perkebunan yang digelar di Ruang Pertemuan Multimedia Kantor Bupati Kuansing, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kuansing, Andriyama Putra, S.Hut., M.Si, yang memaparkan secara rinci skema dan capaian program bantuan dana perkebunan dari pemerintah pusat. Sosialisasi tersebut ditujukan bagi koperasi, kelompok tani, serta pemangku kepentingan lainnya agar memahami peluang dan mekanisme pemanfaatan dana PSR dan Sarpras.

Andriyama menjelaskan, secara teknis program PSR berada di bawah koordinasi Kementerian Pertanian, sementara pendanaannya bersumber dari Kementerian Keuangan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Sejak pertama kali dijalankan pada 2018, program PSR di Kuansing telah merealisasikan peremajaan kebun sawit rakyat seluas 6.428 hektare.

Promosi ssco

Tak hanya itu, program Sarpras perkebunan juga telah menyentuh berbagai wilayah. Pembangunan prasarana Pamigo telah dilaksanakan di Kecamatan Singingi, disertai program intensifikasi kebun pada dua kelompok tani di Kecamatan Logas Tanah Darat. Sementara itu, program intensifikasi kelembagaan kebun telah menjangkau 2.254 hektare, termasuk bantuan pupuk dan pestisida bagi petani.

“Seluruh program ini diharapkan memberi dampak langsung bagi peningkatan produktivitas kebun dan kesejahteraan petani perkebunan di Kuansing,” ujar Andriyama.

Dalam sambutannya, Wabup Muklisin menilai sosialisasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Program Dana Perkebunan Kelapa Sawit (DPKS). Menurutnya, dukungan anggaran dari pemerintah pusat harus dimanfaatkan secara maksimal, mulai dari peremajaan kebun, bantuan sarana produksi, hingga penguatan kelembagaan petani.

Muklisin juga mendorong Koperasi Unit Desa (KUD) agar semakin aktif bersinergi dengan pemerintah daerah, tidak hanya dalam pengelolaan kebun sawit rakyat, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak.

Promosi ssco

“Melalui program ini, KUD bisa menjadi motor penggerak pembangunan Kuansing bersama pemerintah daerah,” tegasnya.

Menariknya, Wabup Muklisin turut menyinggung potensi pemanfaatan dana perkebunan untuk sektor lain, termasuk pendidikan. Ia membuka peluang agar dana tersebut ke depan dapat diarahkan untuk mendukung beasiswa bagi anak-anak petani kelapa sawit.

“Ini peluang besar yang harus kita kelola dengan baik, tidak hanya untuk kemajuan perkebunan, tetapi juga untuk pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Kuansing secara berkelanjutan,” pungkas Muklisin.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *