KONSULTASI
Logo

Politeknik LPP Yogyakarta Siap Cetak 300 SDM Sawit Muda

17 September 2025
AuthorIbnu
EditorIbnu
Politeknik LPP Yogyakarta Siap Cetak 300 SDM Sawit Muda
HOT NEWS

sawitsetara.co – YOGYAKARTA – Benar, bahwa sawit tidak hanya penopang ekonomi nasional, tapi juga penopang ekonomi masyarakat. Menanggapi hal tersebut maka pemerintah terus mendorong terciptanya pekebun-pekebun muda agar komoditas sawit di Tanah Air ini lebih berdaya saing.

Adapun untuk tahun 2025 ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyalurkan Beasiswa SDM Sawit untuk 4.000 penerima di 41 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 mahasiswa ditempatkan di Politeknik LPP Yogyakarta sebagai salah satu kampus vokasi perkebunan tertua di Tanah Air.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan pentingnya investasi pada pendidikan perkebunan. “Keberhasilan Pembangunan Indrutri Sawit harus dibarengin dengan penyiapan Sumber Daya Manusia sebagai salah satu bentuk pembangunan Sawit yang berkelanjutan,” ujarnya.

Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) akan berlangsung pada 15–19 September 2025, mencakup pengenalan sistem akademik, budaya kampus, pemahaman kearifan lokal, penguasaan teknologi digital dalam perkebunan, hingga pembekalan kesehatan fisik dan mental. Program ini dirancang dengan pendekatan pendidikan holistik yang menyeimbangkan hard skills dan soft skills, agar mahasiswa siap menghadapi tantangan nyata di lapangan.


Puasa

Dengan mengusung slogan “Profesional Berkarakter”, Politeknik LPP Yogyakarta berharap para lulusan bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki etos kerja, integritas, dan jiwa sosial yang kuat.

Harapannya, mereka mampu menjadi pemimpin baru di sektor perkebunan, memperkuat daya saing Indonesia di pasar global, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Baginda Siagian menjelaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mengatasi tantangan produktivitas sawit, khususnya di kalangan petani rakyat.

“SDM menjadi salah satu utama, selain agro input. Kualitas SDM sangat penting untuk pembangunan kelapa sawit. Kita ingin tata kelolanya semakin baik,” kata Baginda.

Baginda pun berharap dengan SDM yang lebih berkualitas maka produktivitas yang saat ini sekitar 3–3,5 ton/hektar/tahun setara minyak sawit mentah dapat ditingkatkan menjadi 5–6 ton, sehingga kebutuhan pangan, industri hilir, dan bioenergi dapat terpenuhi dengan lebih baik.



Puasa

Berita Sebelumnya
Peneliti Dwi Asmono: Benih (Sawit) Itu Kecil, Taapi Memberi Harapan Besar

Peneliti Dwi Asmono: Benih (Sawit) Itu Kecil, Taapi Memberi Harapan Besar

Enam butir benih itu yang kemudian didistribusikan ke Sumatra Utara, awalnya hanya menjadi tanaman pagar. Siapa sangka, ini menjadi cikal bakal industri sawit Indonesia.

16 September 2025 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *