KONSULTASI
Logo

Harga TBS Kemitraan Plasma Riau Periode 4–10 Maret 2026 Sedikit Menguat setelah Tren Turun Ramadan

3 Maret 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Kemitraan Plasma Riau Periode 4–10 Maret 2026 Sedikit Menguat setelah Tren Turun Ramadan

sawitsetara.co - PEKANBARU — Penetapan harga tandan buah segar (TBS) kemitraan plasma di Provinsi Riau untuk periode 4–10 Maret 2026 menunjukkan penguatan ringan setelah tekanan harga beberapa pekan terakhir.

Dinas Perkebunan Riau menetapkan harga tertinggi pada kelompok tanaman umur 9 tahun sebesar Rp 3.613,91 per kg, naik Rp 55,57 per kilogram dibanding pekan sebelumnya yang berada di Rp 3.558,34 per kg.

puasa

Pekan lalu, periode 25 Februari–3 Maret 2026, harga TBS Kemitraan Plasma Riau menunjukkan tren turun jika dibandingkan dengan periode 11–24 Februari 2026, di mana kelompok umur 9 tahun sempat berada di sekitar Rp 3.677,52 per kg.

Perubahan di pekan ini juga dipengaruhi komponen teknis penetapan harga: Indeks K tetap pada 92,98 %, dan BOTL sebesar 1,27 %, sementara harga CPO dan kernel mengalami pergerakan yang berbeda-beda di pasar menentukan harga TBS secara keseluruhan.

puasa

Daftar Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Riau Periode 4–10 Maret 2026

Umur 3 tahun: Rp 2.792,44/kg

Umur 4 tahun: Rp 3.159,13/kg

Umur 5 tahun: Rp 3.346,16/kg

Umur 6 tahun: Rp 3.490,90/kg

Umur 7 tahun: Rp 3.566,85/kg

Umur 8 tahun: Rp 3.608,90/kg

Umur 9 tahun: Rp 3.613,91/kg (tertinggi)

Umur 10–20 tahun: Rp 3.595,31/kg

Umur 21 tahun: Rp 3.539,86/kg

Umur 22 tahun: Rp 3.486,98/kg

Umur 23 tahun: Rp 3.430,21/kg

Umur 24 tahun: Rp 3.368,13/kg

Umur 25 tahun: Rp 3.298,16/kg

Umur 26 tahun: Rp 3.255,88/kg

Umur 27 tahun: Rp 3.213,56/kg

Umur 28 tahun: Rp 3.172,52/kg

Umur 29 tahun: Rp 3.156,67/kg

Umur 30 tahun: Rp 3.143,47/kg.

Tags:

harga TBSharga TBS Riau

Berita Sebelumnya
Defisit Bukan Alasan, Pengamat Ekonomi Tolak PAP Sawit untuk Tutup Anggaran

Defisit Bukan Alasan, Pengamat Ekonomi Tolak PAP Sawit untuk Tutup Anggaran

Pengamat ekonomi Dr. Dahlan Tampubolon, SE, M.Si., tidak sepakat jika wacana Pajak Air Permukaan (PAP) pada pohon sawit dijadikan instrumen cepat untuk menutup defisit anggaran daerah.

2 Maret 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *