KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 17-23 Desember 2025 Turun

16 Desember 2025
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 17-23 Desember 2025 Turun
HOT NEWS

sawitsetara.co – PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau telah mengumumkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan plasma untuk periode 17-23 Desember 2025.

Berdasarkan pengumuman tersebut, harga TBS pekan ini alami penurunan dibandingkan periode lalu.

Adapun harga Crude Palm Oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp 14.253,65 per kilogram, sementara harga kernel (inti sawit) mencapai Rp 10.980,90 per kilogram.

Indeks K yang digunakan dalam perhitungan harga ditetapkan pada angka 93,37 dengan BOTL 1,25.

Idul Fitri

Berikut adalah rincian harga TBS kelapa sawit kemitraan plasma di Provinsi Riau untuk periode 17-23 Desember 2025, yang menunjukkan perbedaan harga berdasarkan umur tanaman:

- Umur 3 tahun: Rp 2.699,39

- Umur 4 tahun: Rp 3.066,91

- Umur 5 tahun: Rp 3.252,52

- Umur 6 tahun: Rp 3.395,24

- Umur 7 tahun: Rp 3.467,54

- Umur 8 tahun: Rp 3.508,60

- Umur 9 tahun: Rp 3.511,78

- Umur 10-20 tahun: Rp 3.492,23

- Umur 21 tahun: Rp 3.436,34

- Umur 22 tahun: Rp 3.382,50

- Umur 23 tahun: Rp 3.325,27

- Umur 24 tahun: Rp 3.262,42

- Umur 25 tahun: Rp 3.191,89.

Idul Fitri

Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, berikut adalah perbandingan harga TBS kelapa sawit untuk periode sebelumnya, yaitu 10-16 Desember 2025:

- Umur 3 tahun: Rp 2.701,98

- Umur 4 tahun: Rp 3.070,37

- Umur 5 tahun: Rp 3.256,36

- Umur 6 tahun: Rp 3.399,33

- Umur 7 tahun: Rp 3.471,66

- Umur 8 tahun: Rp 3.512,77

- Umur 9 tahun: Rp 3.515,90

- Umur 10-20 tahun: Rp 3.496,27

- Umur 21 tahun: Rp 3.440,23

- Umur 22 tahun: Rp 3.386,23

- Umur 23 tahun: Rp 3.328,86

- Umur 24 tahun: Rp 3.265,83

- Umur 25 tahun: Rp 3.195,12.

Tags:

harga TBSharga TBS Riau

Berita Sebelumnya
Romantisme Ketahanan Pangan Menurut Petani Sawit dan NTP

Romantisme Ketahanan Pangan Menurut Petani Sawit dan NTP

Berhentilah romantisme saling klaim antar K/L, kita harus menyatukan pemahaman ketahanan pangan salah satunya melalui daya dukung ekonomi petani sawit dan itu hanya bisa tercapai melalui didirikannya Badan Kelapa Sawit Nasional (BKSN).

15 Desember 2025Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *