KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Swadaya Riau Menguat, Umur 9 Tahun Tembus Rp 3.842,69/Kg

17 Maret 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Sawit Swadaya Riau Menguat, Umur 9 Tahun Tembus Rp 3.842,69/Kg

sawitsetara.co - PEKANBARU — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Provinsi Riau kembali menunjukkan tren kenaikan pada periode 18–31 Maret 2026. Berdasarkan hasil penetapan terbaru, kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun yang naik sebesar Rp 160,47 per kilogram.

Pada periode ini, harga TBS tertinggi tercatat pada umur 9 tahun sebesar Rp 3.842,69/kg. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan harga komoditas sawit di tingkat hulu, yang didorong oleh stabilnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya.

apkasindo

Harga CPO pada periode ini tercatat sebesar Rp 15.267,68/kg, sementara harga kernel mencapai Rp 15.504,00/kg dan harga cangkang sebesar Rp 22,60/kg. Adapun indeks K ditetapkan sebesar 92,66 persen dengan BOTL sebesar 0,49 persen.

Secara umum, harga TBS untuk berbagai kelompok umur tanaman menunjukkan tren yang cukup stabil, dengan puncak harga berada pada usia tanaman produktif, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun. Kondisi ini memberikan angin segar bagi petani sawit swadaya di Riau dalam meningkatkan pendapatan mereka.

apkasindo

Daftar Harga TBS Sawit Swadaya Riau (18–31 Maret 2026)

Umur 3 tahun: Rp 2.980,84/kg

Umur 4 tahun: Rp 3.320,92/kg

Umur 5 tahun: Rp 3.560,16/kg

Umur 6 tahun: Rp 3.696,19/kg

Umur 7 tahun: Rp 3.779,97/kg

Umur 8 tahun: Rp 3.825,30/kg

Umur 9 tahun: Rp 3.842,69/kg

apkasindo

Umur 10–20 tahun: Rp 3.804,67/kg

Umur 21 tahun: Rp 3.742,51/kg

Umur 22 tahun: Rp 3.670,38/kg

Umur 23 tahun: Rp 3.588,35/kg

Umur 24 tahun: Rp 3.526,10/kg

Umur 25 tahun: Rp 3.475,20/kg

Umur 26 tahun: Rp 3.456,81/kg

Umur 27 tahun: Rp 3.428,53/kg

Umur 28 tahun: Rp 3.374,80/kg

Umur 29 tahun: Rp 3.335,18/kg

Umur 30 tahun: Rp 3.244,64/kg.

Tags:

harga TBS Riau

Berita Sebelumnya
Menjaga Sawit, Menjaga Indonesia

Menjaga Sawit, Menjaga Indonesia

Benar komoditas kelapa sawit tidak kelapa sawit tidak hanya sebagai penyumbang devisa negara tapi juga turut menyerap tenaga kerja yang tidaklah kecil. Saat ini sektor kelapa sawit menyerap sekitar 16,5 juta tenaga kerja, yang terdiri dari 9,7 juta tenaga kerja langsung (petani rakyat dan karyawan perusahaan) serta 8 juta tenaga kerja tidak langsung (pengangkutan, pemasok pupuk, dan jasa terkait). Industri ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

16 Maret 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *