KONSULTASI
Logo

Jelang Lebaran Harga TBS Kelapa Sawit Plasma Riau Juga Naik, Umur 9 Tahun Capai Rp3.723,20/Kg

11 Maret 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Jelang Lebaran Harga TBS Kelapa Sawit Plasma Riau Juga Naik, Umur 9 Tahun Capai Rp3.723,20/Kg
HOT NEWS

sawitsetara.co - PEKANBARU — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pola kemitraan plasma di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan pada periode 11–17 Maret 2026. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat menunjukkan tren melemah pada beberapa periode sebelumnya.

Berdasarkan hasil penetapan tim harga, TBS kelapa sawit untuk kelompok umur 9 tahun tercatat mencapai Rp3.723,20 per kilogram, atau naik Rp109,29/kg dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh pergerakan harga komponen pembentuk TBS, terutama minyak sawit mentah atau CPO dan inti sawit (kernel).

apkasindo

Pada periode ini, harga CPO tercatat sebesar Rp14.663,57/kg, sementara harga kernel berada di level Rp14.047,20/kg. Selain itu, indeks K ditetapkan sebesar 92,98 persen, dengan BOTL 1,27 persen serta harga cangkang sebesar Rp16,51/kg.

Jika dibandingkan dengan periode 4–10 Maret 2026, harga TBS plasma di Riau memang menunjukkan penguatan. Pada periode sebelumnya, harga untuk kelompok umur 9 tahun berada di sekitar Rp3.613,91/kg.

apkasindo

Daftar Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Provinsi Riau Periode 11–17 Maret 2026

Umur 3 tahun: Rp 2.875,81/kg

Umur 4 tahun: Rp 3.254,38/kg

Umur 5 tahun: Rp 3.447,35/kg

Umur 6 tahun: Rp 3.596,64/kg

Umur 7 tahun: Rp 3.674,80/kg

Umur 8 tahun: Rp 3.718,14/kg

Umur 9 tahun: Rp 3.723,20/kg

Umur 10–20 tahun: Rp 3.703,94/kg

Umur 21 tahun: Rp 3.646,67/kg

Umur 22 tahun: Rp 3.592,02/kg

Umur 23 tahun: Rp 3.533,39/kg

Umur 24 tahun: Rp 3.469,26/kg

Umur 25 tahun: Rp 3.397,00/kg

Umur 26 tahun: Rp 3.353,31/kg

Umur 27 tahun: Rp 3.309,57/kg

Umur 28 tahun: Rp 3.267,13/kg

Umur 29 tahun: Rp 3.250,77/kg

Umur 30 tahun: Rp 3.237,13/kg.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Hasil Rintisan Tiga Presiden Indonesia Terkait Energi Hijau, Terbukti. Presiden Prabowo Lebih Tegas Lagi Membicarakannya

Hasil Rintisan Tiga Presiden Indonesia Terkait Energi Hijau, Terbukti. Presiden Prabowo Lebih Tegas Lagi Membicarakannya

Bahkan menurut Dr. Gulat, ketahanan energi setingkat lebih tinggi urgensinya dibandingkan ketahanan pangan. “Kalau terjadi kelangkaan pangan misalnya, masih bisa pangan alternatif. Coba kalau terjadi kelangkaan solar, apa bisa digantikan dengan air hujan?,” ujar Dr. Gulat.

10 Maret 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *