
sawitsetara.co - JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) resmi meluncurkan HargaSawitIndonesia.id, pada Senin (15/6/2026). Ini adalah platform digital yang menyajikan data harga tandan buah segar (TBS) petani dan harga crude palm oil (CPO) dari berbagai referensi nasional maupun internasional dalam satu dashboard terintegrasi.
Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, didampingi Head of International Relation APKASINDO Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL. mengatakan peluncuran platform ini merupakan respons terhadap gejolak harga TBS yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
“Pasca ambruknya harga TBS petani sawit, telah membuat kami sadar betapa pentingnya informasi terkini dan ter-update tentang harga TBS petani sawit, baik petani sawit swadaya maupun petani sawit bermitra,” kata Dr. Gulat.

Menurutnya, ketersediaan data harga yang cepat, akurat, transparan, dan mudah diakses menjadi kebutuhan penting bagi petani, pemerintah, maupun pelaku industri sawit. Kehadiran platform ini juga merupakan bagian dari komitmen APKASINDO dalam memperjuangkan kesejahteraan petani sawit serta mendukung implementasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian TBS Kelapa Sawit.

Platform ini dibangun oleh tim internal APKASINDO yang melibatkan pengurus pusat, pengurus daerah, serta tenaga teknologi informasi. Salah satu keunggulannya adalah kemampuan menampilkan data harga sawit dari berbagai provinsi sehingga pengguna dapat membandingkan harga antarwilayah, memantau tren, dan melihat perkembangan harga dalam berbagai rentang waktu.
Data yang ditampilkan berasal dari jaringan APKASINDO di 25 provinsi sentra sawit Indonesia yang secara rutin mengumpulkan dan mengirimkan data untuk diolah oleh tim IT dan database organisasi.
“Data yang kami dapat ini adalah data dari internal APKASINDO yang terkoneksi kepada 25 provinsi APKASINDO. Masing-masing mengoleksi data, lalu tim IT dan database mengolahnya menjadi tampilan yang kami sajikan dalam sistem,” kata Dr. Gulat.

Sementara itu, Djono mengatakan, HargaSawitIndonesia.id mengintegrasikan berbagai referensi harga dalam satu sistem, meliputi harga TBS petani swadaya dan bermitra, harga CPO Rotterdam, harga CPO Malaysia, harga tender KPBN, hingga transaksi Bursa CPO Indonesia (ICDX). Melalui dashboard tersebut, pengguna dapat memantau perkembangan harga sawit secara realtime tanpa harus mengakses berbagai sumber secara terpisah.
“Melalui aplikasi ini kami berharap bisa berguna bagi semua stakeholder sawit, terkhusus kepada pemerintah dalam hal ini kementerian terkait dan tentu Satgas Pangan Mabes Polri untuk memonitor keseharian harga TBS petani swadaya, petani bermitra, dan harga CPO,” ujarnya.

Meski telah resmi diluncurkan, APKASINDO akan terus menyempurnakan sistem dan membuka ruang bagi masyarakat, akademisi, pemerintah, maupun pelaku industri untuk memberikan masukan guna meningkatkan kualitas layanan dan akurasi data.
Dr. Gulat juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Satgas Pangan Mabes Polri, pelaku industri sawit dari sektor hulu hingga hilir, serta seluruh tim internal APKASINDO yang mendukung pengembangan platform tersebut.
Pada tahap awal, akses HargaSawitIndonesia.id diberikan gratis selama satu minggu. Setelah itu, APKASINDO berencana menerapkan sistem berlangganan untuk mendukung operasional, pemeliharaan platform, dan pengumpulan data secara berkelanjutan.
“Khusus anggota APKASINDO yang memiliki nomor KTA, akses terhadap sistem ini akan diberikan secara gratis,” ujar Dr. Gulat.
Melalui platform ini, APKASINDO berharap transparansi pasar sawit nasional semakin meningkat dan menjadi rujukan bersama bagi petani, perusahaan, akademisi, serta pemerintah dalam mewujudkan tata niaga sawit yang lebih adil dan berkelanjutan.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *