KONSULTASI
Logo

Batang Sawit Berpotensi Jadi Etanol, Indonesia Jajaki Kolaborasi Riset dengan Australia

14 Oktober 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Batang Sawit Berpotensi Jadi Etanol, Indonesia Jajaki Kolaborasi Riset dengan Australia

sawitsetara.co – Batang kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal berpeluang menjadi sumber energi alternatif bernilai ekonomi tinggi. Pemerintah Indonesia kini menjajaki kolaborasi riset dengan Australia untuk mengembangkan potensi biomassa tersebut, termasuk sebagai bahan baku produksi etanol.

Peluang kerja sama ini dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa (13/10/2026).

Penjajakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan mewujudkan swasembada energi nasional. Pemanfaatan batang sawit dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui riset dan inovasi, terutama dalam menghasilkan produk bernilai tambah dari biomassa perkebunan.

“Memang Presiden Republik Indonesia (RI) berikan arahan, kita ingin swasembada energi. Dari sini peluang ini akan kita coba mencari. Kalau memang nanti bisa, segera kita laksanakan pilot-nya dan sebagainya. Tentu ini kita akan sangat senang bisa kita follow up,” ujar Brian.

Batang kelapa sawit menjadi salah satu sumber biomassa yang potensial untuk dikembangkan, terutama ketika perkebunan memasuki masa peremajaan. Dalam proses tersebut, batang sawit dalam jumlah besar tersedia, tetapi pemanfaatannya masih perlu dioptimalkan.

apkasindo

Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, menyambut positif peluang kolaborasi riset tersebut. Pengembangan teknologi pengolahan batang sawit dinilai membuka kesempatan untuk menghasilkan beragam produk bernilai tambah, tidak hanya terbatas pada pemanfaatan sebagai bahan baku industri, tetapi juga berpotensi mendukung pengembangan energi alternatif.

Sejumlah perguruan tinggi dan peneliti saat ini tengah menjajaki berbagai opsi pemanfaatan biomassa tersebut, termasuk untuk produksi etanol. Namun, pengembangan lebih lanjut membutuhkan penelitian mendalam untuk memastikan teknologi yang digunakan mampu menghasilkan produk yang layak secara teknis dan ekonomis.

Kolaborasi dengan institusi akademik Australia diharapkan dapat mempertemukan keahlian peneliti, pengembangan teknologi, serta kebutuhan industri. Dengan begitu, hasil riset berpeluang dikembangkan lebih lanjut hingga tahap komersialisasi.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa setiap peluang pemanfaatan batang sawit perlu melalui kajian yang memadai sebelum diterapkan dalam skala lebih luas. Apabila hasil penelitian menunjukkan potensi yang menjanjikan, pengembangan dapat dilanjutkan ke proyek percontohan atau pilot project.

Langkah tersebut menjadi penting agar potensi biomassa kelapa sawit tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga dapat diarahkan menjadi produk yang memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung agenda energi nasional.

apkasindo

Selain membahas pengembangan riset dan hilirisasi batang sawit, pertemuan tersebut turut menyoroti peluang memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Indonesia di Australia.

Salah satu opsi yang dijajaki adalah dukungan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang sarjana di Australia.

Brian menyampaikan harapan agar peluang kerja sama tersebut dapat menjangkau sekitar 20–25 mahasiswa Indonesia. Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan dan akan ditindaklanjuti berdasarkan peluang serta mekanisme kerja sama yang tersedia.

Kerja sama pendidikan ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kolaborasi penelitian kedua negara. Melalui akses pendidikan dan kemitraan dengan perguruan tinggi Australia, Indonesia berpeluang memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kompetensi riset, serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Penjajakan ini sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi sumber daya kelapa sawit melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika didukung riset yang kuat dan pengembangan industri yang tepat, batang sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal berpotensi menjadi sumber bahan baku produk bernilai tambah dan energi alternatif di masa mendatang.


Berita Sebelumnya
sawitsetara Audiensi dengan Wamenaker, Bahas SETARACITA  dan Job Fair 2026

sawitsetara Audiensi dengan Wamenaker, Bahas SETARACITA dan Job Fair 2026

sawitsetara.co beraudiensi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan RI, Selasa (13/10/2026). Pertemuan ini membahas kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terhadap penyelenggaraan SETARACITA dan job fair 2026.

13 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *