
sawitsetara.co - JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyatakan dukungannya terhadap implementasi Biodiesel B50 yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya domestik.
Sari menilai penerapan Biodiesel B50 tidak semata menyasar sektor energi. Kebijakan itu, kata dia, juga berpotensi memperkuat industri nasional, meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran pemerintah atas komitmen dan keberanian dalam mempercepat implementasi Biodiesel B50. Ini merupakan kebijakan yang menunjukkan arah pembangunan nasional yang semakin berorientasi pada kemandirian, keberlanjutan, dan kepentingan nasional,” ujar Sari Yuliati dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut Sari, Indonesia memiliki modal besar untuk mempercepat transisi energi melalui pemanfaatan biodiesel karena merupakan salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia. Potensi tersebut, kata dia, perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian pasar energi global.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari kebijakan tersebut. Dengan meningkatnya penggunaan bahan bakar berbasis sawit, kebutuhan impor solar dinilai dapat ditekan sehingga berkontribusi terhadap penghematan devisa, penguatan neraca perdagangan, dan stabilitas ekonomi nasional.
“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, ketahanan energi menjadi salah satu fondasi utama kedaulatan negara. Karena itu, pengembangan biodiesel harus dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang bagi masa depan Indonesia,” kata Sari.

Meski demikian, Sari mengingatkan agar implementasi Biodiesel B50 dilakukan secara bertahap dan terukur. Menurut dia, keberhasilan program bergantung pada kesiapan infrastruktur distribusi, peningkatan mutu produk, penguatan riset dan inovasi teknologi, serta sinergi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit melalui tata kelola yang baik, peningkatan produktivitas petani, dan penerapan prinsip keberlanjutan agar biodiesel Indonesia memiliki daya saing di pasar internasional.
Sebagai lembaga legislatif, kata Sari, DPR akan mendukung program pemerintah di sektor energi melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Kemandirian energi merupakan bagian dari cita-cita besar menuju Indonesia yang berdaulat, maju, dan berdaya saing. Implementasi Biodiesel B50 merupakan langkah konkret untuk mewujudkan visi tersebut. Kami di DPR RI akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Sari.
Tags:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *