
sawitsetara.co - Kinerja ekspor kelapa sawit Indonesia kembali menunjukkan tajinya. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, volume ekspor sawit nasional melonjak signifikan hingga mencapai 32 juta ton—naik sekitar 6 juta ton dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 26 juta ton.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/3/2026). Ia menilai lonjakan ekspor ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor sawit nasional masih menjadi penopang utama perekonomian, khususnya dari sisi devisa.
Menurut Amran, peningkatan kinerja ekspor ini tidak terjadi secara kebetulan. Ia menekankan adanya peran besar kebijakan pemerintah, terutama penguatan program biofuel yang didorong oleh Prabowo Subianto. Program ini dinilai mampu mengerek permintaan sekaligus menjaga stabilitas harga minyak sawit di pasar global.
“Kalau ekspor kita kurangi sekitar 5 juta ton saja, harga dunia bisa langsung naik. Artinya, Indonesia punya pengaruh besar terhadap pasar global,” ujarnya.
Ia menambahkan, efek domino dari menguatnya harga sawit dunia mulai dirasakan langsung oleh petani. Harga yang lebih menguntungkan mendorong semangat produksi di tingkat hulu, sehingga potensi output nasional diperkirakan terus meningkat.
Dalam proyeksinya, Amran bahkan menyebut produksi sawit Indonesia berpeluang menembus puluhan juta ton ke depan, seiring dengan kombinasi kebijakan yang tepat dan respons positif dari pelaku usaha serta petani.
“Ini baru dari kebijakan, belum dari dukungan anggaran. Dampaknya sudah luar biasa,” katanya.
Kenaikan ekspor ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok minyak sawit dunia—di mana setiap kebijakan domestik dapat memberikan efek signifikan terhadap dinamika harga global.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *