
sawitsetara.co -JAMBI — Pemanfaatan biomassa kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan Analis Divisi UKMK BPDP, Anwar Sadat, dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pemberdayaan UMKM Kelapa Sawit Melalui Pengolahan Biomassa dan Produksi Biopelet yang digelar DPP APKASINDO di Jambi, Rabu (8/4/2026).

Menurut Anwar, tren global saat ini menunjukkan peningkatan kebutuhan energi alternatif berbasis nabati, termasuk pengembangan biodiesel seperti D40. Dalam konteks itu, biomassa sawit dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber bahan bakar berkelanjutan.
“Biomassa dari kelapa sawit sebenarnya sudah mulai dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mendukung pertahanan energi nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain biodiesel, produk turunan biomassa seperti biopelet juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan, baik sebagai sumber energi mandiri maupun untuk kebutuhan industri.

Lebih lanjut, Anwar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pengembangan biomassa ini dapat berjalan optimal. Ia mencontohkan potensi kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor kelistrikan, guna memperluas pemanfaatan energi berbasis biomassa.
“Ke depan, ini bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga berpotensi bekerja sama dengan pihak lain seperti penyedia energi, sehingga manfaatnya semakin luas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan yang telah dijalankan BPDP. Program tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha baru di sektor pengolahan biomassa.
Anwar berharap kegiatan FGD ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
“Kita harapkan kegiatan ini benar-benar bisa diterapkan, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani dan koperasi, sekaligus meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya.

Selain aspek ekonomi, pengembangan biomassa juga dinilai berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan peningkatan efisiensi di sektor perkebunan sawit.
Acara ini turut dihadiri dan dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO Dr. Rino Afrino, ST., MM., C.APO. Hadir pula Pelaksana Tugas Ketua DPW APKASINDO Jambi, Mahmudin S.Pt, serta delegasi DPD APKASINDO dari seluruh wilayah Jambi.
Melalui forum ini, APKASINDO berharap pengolahan biomassa dan produksi biopelet dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam memperkuat ekonomi petani sawit sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *