KONSULTASI
Logo

Harga TBS Plasma Bengkulu di Level Tertinggi, Tapi Swadaya Lebih Rendah

4 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Plasma Bengkulu di Level Tertinggi, Tapi Swadaya Lebih Rendah

sawitsetara.co – BENGKULU — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit plasma di Provinsi Bengkulu berada di level tertinggi pada periode ini.

Dinas Perkebunan Bengkulu menetapkan harga TBS usia tanaman 10–20 tahun sebesar Rp3.352,76 per kilogram.

Penguatan harga ini terjadi di tengah kondisi produksi kebun sawit yang relatif membaik.

Sekretaris Apkasindo Bengkulu, Jon Simamora, mengatakan sebagian besar kebun sawit di Bengkulu saat ini berproduksi dengan baik, terutama kebun plasma yang perawatannya terkontrol.

Promosi ssco

“Sebetulnya produksi kebun milik petani swadaya juga bagus. Namun tetap tergantung dari perawatan. Memang ada juga kebun yang tidak maksimal lantaran perawatan tidak optimal,” kata Jon pada Rabu (4/2/2026), dikutip elaeis.co.

Meski harga plasma berada pada level tinggi, kondisi tersebut tidak sepenuhnya dirasakan petani swadaya. Harga TBS swadaya tercatat lebih rendah dibandingkan harga penetapan pemerintah.

“Kalau untuk harga sawit swadaya cenderung lebih rendah. Rata-rata PKS membeli Rp3.000 sampai Rp3.050 per kilogram,” ujar Jon.

Menurut dia, harga sawit swadaya pada periode ini justru mengalami penurunan. Dibandingkan pekan sebelumnya, harga turun sekitar Rp40 per kilogram.

Promosi ssco

Berikut rincian harga TBS kelapa sawit penetapan Dinas Perkebunan Bengkulu berdasarkan usia tanaman untuk periode Februari:

Usia 3 tahun: Rp2.832,89/kg

Usia 4 tahun: Rp3.081,00/kg

Usia 5 tahun: Rp3.103,26/kg

Usia 6 tahun: Rp3.035,70/kg

Usia 7 tahun: Rp3.179,37/kg

Usia 8 tahun: Rp3.167,47/kg

Usia 9 tahun: Rp3.314,09/kg

Usia 10–20 tahun: Rp3.352,76/kg

Usia 21 tahun: Rp3.393,16/kg

Usia 22 tahun: Rp3.310,07/kg

Usia 23 tahun: Rp3.130,26/kg

Usia 24 tahun: Rp3.130,58/kg

Usia 25 tahun: Rp3.062,02/kg.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Prof. Sudarsono Soedomo: Koperasi Bukan Solusi Instan Masalah Agraria

Prof. Sudarsono Soedomo: Koperasi Bukan Solusi Instan Masalah Agraria

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University Prof. Sudarsono Soedomo mengingatkan agar koperasi tidak terus-menerus diposisikan sebagai solusi tunggal atas berbagai persoalan struktural dalam pembangunan agraria dan ekonomi rakyat.

3 Februari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *