KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Kalbar Periode 1 Agustus 2026 Tembus Rp3.691 per Kg

14 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Sawit Kalbar Periode 1 Agustus 2026 Tembus Rp3.691 per Kg

sawitsetara.co - PONTIANAK — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun di Kalimantan Barat (Kalbar) ditetapkan mencapai Rp3.691,97 per kilogram untuk tanaman berusia 10–20 tahun pada periode I Agustus 2026.

Penetapan tersebut berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Kalimantan Barat yang digelar pada Jumat, 7 Agustus 2026. Rapat diikuti unsur pemerintah daerah, perusahaan kelapa sawit (PKS), serta perwakilan kelembagaan pekebun.

Dalam berita acara yang diterbitkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, faktor Indeks “K” ditetapkan sebesar 91,28 persen. Sementara harga rata-rata CPO ditetapkan Rp15.358,99 per kilogram dan harga kernel Rp14.730,50 per kilogram, masing-masing belum termasuk PPN.

Berdasarkan parameter tersebut, harga TBS ditetapkan berbeda sesuai umur tanaman. Harga tertinggi berlaku untuk tanaman berusia 10–20 tahun, yakni Rp3.691,97 per kilogram.



Daftar Harga TBS Sawit Kalimantan Barat Periode 1–7 Agustus 2026

- Umur 3 tahun: Rp2.774,32/kg

- Umur 4 tahun: Rp2.977,50/kg

- Umur 5 tahun: Rp3.194,05/kg

- Umur 6 tahun: Rp3.330,13/kg

- Umur 7 tahun: Rp3.449,61/kg

- Umur 8 tahun: Rp3.547,71/kg

- Umur 9 tahun: Rp3.614,49/kg

- Umur 10–20 tahun: Rp3.691,97/kg

- Umur 21 tahun: Rp3.648,51/kg

- Umur 22 tahun: Rp3.616,26/kg

- Umur 23 tahun: Rp3.571,46/kg

- Umur 24 tahun: Rp3.473,38/kg

- Umur 25 tahun: Rp3.382,31/kg.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
KUD Sejahtera Musi Banyuasin Bangun Pabrik CPO, Dudung: Koperasi Sawit Mulai Masuk Hilirisasi

KUD Sejahtera Musi Banyuasin Bangun Pabrik CPO, Dudung: Koperasi Sawit Mulai Masuk Hilirisasi

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mengapresiasi langkah KUD Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang mengembangkan usaha koperasi hingga membangun pabrik kelapa sawit sendiri. Menurut dia, ekspansi tersebut menunjukkan mulai bergesernya peran koperasi dari sekadar pengelola perkebunan menjadi pelaku hilirisasi.

13 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *