
sawitsetara.co - JAKARTA — Peningkatan konsumsi domestik minyak sawit, khususnya untuk program biodiesel, turut mendorong penurunan stok sawit nasional sepanjang 2025.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Eddy Martono, mengatakan total konsumsi minyak sawit di dalam negeri pada 2025 mencapai 24,77 juta ton, meningkat 3,82% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 23,86 juta ton.
Menurut dia, kenaikan konsumsi terbesar terjadi pada sektor biodiesel yang mencapai 12,70 juta ton, meningkat 10,97% dibandingkan konsumsi 2024 sebesar 11,45 juta ton.
“Kenaikan konsumsi biodiesel ini didorong oleh peningkatan kebijakan bauran biodiesel dari B35 menjadi B40,” ujar Eddy dalam agenda di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Selain biodiesel, konsumsi untuk sektor oleokimia juga mengalami peningkatan dari 2,21 juta ton menjadi 2,23 juta ton atau naik sekitar 1,22%.
Namun, konsumsi minyak sawit untuk sektor pangan justru mengalami penurunan. Sepanjang 2025, konsumsi pangan tercatat sebesar 9,83 juta ton, turun 3,64% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 10,21 juta ton.
Dengan meningkatnya produksi, konsumsi, serta ekspor, stok akhir minyak sawit nasional mengalami penurunan cukup signifikan.
GAPKI mencatat stok akhir CPO dan PKO pada akhir 2025 sebesar 2,07 juta ton, turun sekitar 19,79% dibandingkan stok akhir tahun 2024 yang mencapai 2,58 juta ton.
Penurunan stok ini menunjukkan tingginya penyerapan minyak sawit baik di pasar domestik maupun pasar ekspor sepanjang tahun lalu.
“Dengan kondisi tersebut, permintaan minyak sawit tetap kuat baik dari dalam negeri maupun pasar global,” kata Eddy.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *