
sawitsetara.co - Memperingati Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei, Ketua Umum DPP Apkasindo, Dr. Gulat Medali Emas Manurung, menyampaikan pentingnya peran pekerja dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.
Dalam keterangannya, Gulat menegaskan bahwa Hari Buruh menjadi momentum bagi para pekerja, termasuk di sektor perkebunan sawit, untuk mengekspresikan eksistensi dan kontribusi mereka terhadap keberlangsungan usaha. Ia menjelaskan bahwa dalam konteks perkebunan sawit, istilah “buruh” kini mulai bergeser menjadi “pekerja sawit” yang mencakup berbagai status kerja, mulai dari harian hingga bulanan.
“Hari Buruh adalah cara pekerja, khususnya buruh tani sawit, mengekspresikan keberadaannya dalam keberlanjutan usaha perkebunan sawit,” ujar Gulat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pekerja tidak hanya dituntut untuk memperjuangkan hak, tetapi juga harus memahami dan menjalankan kewajiban secara seimbang. Menurutnya, keseimbangan antara hak dan kewajiban menjadi kunci terciptanya hubungan kerja yang harmonis antara pekerja dan perusahaan.
Gulat juga menyampaikan harapannya agar para pekerja sawit menjadikan momentum Hari Buruh sebagai titik evaluasi diri. Ia mengajak seluruh pekerja untuk terus menjaga semangat dan membangun sinergi dengan perusahaan demi keberlanjutan industri sawit.

“Kita harus melihat bahwa ketika menuntut hak, kewajiban juga harus dijalankan seiring. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha di tempat kita bekerja,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh pekerja sawit di Indonesia untuk terus bergerak maju dan saling mendukung dalam menjaga stabilitas sektor perkebunan. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pekerja dan perusahaan akan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan industri ke depan.
“Semangat untuk seluruh buruh tani sawit dan pekerja sawit Indonesia, mari kita berjalan seiring dan bersinergi untuk memastikan keberlanjutan perkebunan sawit,” tutupnya.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *