KONSULTASI
Logo

Mengapa Ultra Stron9 Layak Dipertimbangkan untuk Kebun Sawit?

9 Oktober 2026
AuthorIbnu
EditorHendrik Khoirul
Mengapa Ultra Stron9 Layak Dipertimbangkan untuk Kebun Sawit?

sawitsetara.co - PEKANBARU — Bagi petani sawit, pemupukan bukan sekadar menambah unsur hara. Efektivitas penyerapan nutrisi juga menentukan efisiensi biaya. Karena itu, kesehatan tanah perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan kebun.

Tanah yang kurang sehat dapat menghambat penyerapan unsur hara. Sebagian nutrisi juga berpotensi hilang akibat pencucian air hujan. Kondisi ini membuat pemupukan perlu mempertimbangkan kebutuhan tanaman dan karakteristik tanah.

Salah satu produk yang menawarkan pendekatan tersebut ialah Ultra Stron9. Pupuk organik ini diproduksi PT Arthasiddhi Sukses Anugerah di Kampar, Riau. Produk ini memanfaatkan hasil samping pengolahan kelapa sawit sebagai bahan baku.

Direktur Utama PT Arthasiddhi Sukses Anugerah, Kevin Ananta, mengatakan pabrik itu telah berdiri sejak 2018. Ide memproduksi pupuk organik muncul ketika harga sawit relatif rendah, sementara petani membutuhkan sarana produksi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas tanpa menambah beban biaya terlalu besar.

“Waktu itu kita berpikir, petani dikala itu harga sawit cukup murah. Kenapa kita tidak bikin pupuk yang bisa membuat sawit itu produktivitasnya makin naik dengan harga yang relatif terjangkau,” kata Kevin.

apkasindo

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan melalui pemanfaatan hasil samping industri kelapa sawit sebagai bahan baku pupuk. Menurut Kevin, bahan yang kerap disebut limbah itu masih memiliki nilai ekonomi apabila diolah dengan tepat.

“Jadi kita manfaatkan semua byproduct yang tadinya orang bilang limbah, kita tidak bilang limbah. Kenapa? Karena manfaat ekonominya masih ada,” ujarnya.

Ultra Stron9 menggunakan janjang kosong, abu janjang, dan decanter solid. Bahan-bahan tersebut diolah sebelum memasuki tahap pencampuran. Proses produksi juga mencakup penambahan mikroorganisme menguntungkan.

Pemanfaatan hasil samping sawit memberikan nilai tambah bagi bahan organik. Material yang sebelumnya dianggap limbah dapat diolah kembali. Pendekatan ini sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya industri sawit.

Dari sisi komposisi, label produk mencantumkan kalium sekitar 16 persen. Kandungan karbon organiknya juga tercatat lebih dari 10 persen. Sementara itu, nitrogen tercantum sekitar 0,1–1 persen. Kandungan fosfor pada label tercantum sekitar 2 persen.

Komposisi tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan nutrisi tanaman. Bahan organik juga dapat membantu memperbaiki kondisi tanah. Namun, manfaatnya bergantung pada karakteristik tanah dan penerapan di lapangan.

apkasindo

Tujuh Mikroorganisme untuk Mendukung Pertumbuhan Tanaman

Ultra Stron9 juga dilengkapi tujuh jenis mikroorganisme, meliputi Rhizobium, Azospirillum, dan Azotobacter. Terdapat pula Streptomyces, Pseudomonas, Bacillus, serta Trichoderma.

Mikroorganisme tersebut memiliki fungsi biologis yang berbeda. Sebagian berpotensi membantu penyediaan unsur hara bagi tanaman. Mikroorganisme tertentu juga dapat mendukung pertumbuhan dan kesehatan tanah.

Trichoderma, misalnya, dikenal dalam pengendalian hayati patogen tanaman tertentu. Perusahaan mencantumkan mikroorganisme ini sebagai bagian dari pendekatan pengendalian Ganoderma. Namun, efektivitasnya perlu dibuktikan melalui pengujian yang sesuai.

Keberadaan mikroorganisme saja tidak menjamin hasil yang sama. Kondisi tanah, jenis mikroba, dan cara aplikasi turut berpengaruh. Karena itu, petani perlu memperhatikan rekomendasi penggunaan produk.

Peluang Menekan Biaya Pemupukan

Biaya pupuk menjadi salah satu pertimbangan utama petani. Penggunaan pupuk yang efisien dapat membantu menjaga biaya produksi kebun. Karena itu, Ultra Stron9 menawarkan pendekatan pemupukan berbasis bahan organik dan mikroorganisme.

Perusahaan mengklaim potensi pengurangan penggunaan KCl hingga 30 persen. Penggunaan urea juga diklaim berpotensi berkurang hingga 70 persen. Perusahaan turut mencantumkan potensi penghematan biaya pemupukan hingga 50 persen.

Tags:

Berita Sawitpupuk

Berita Sebelumnya
DPP APKASINDO Minta Raperda Babel Permudah PSR dan Perkuat Manfaat DBH Sawit

DPP APKASINDO Minta Raperda Babel Permudah PSR dan Perkuat Manfaat DBH Sawit

Persoalan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), legalitas kebun dan pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit menjadi perhatian DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) saat menerima kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penataan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit (PUPKS) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

8 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *