KONSULTASI
Logo

Petani Sawit Persiapkan Data Ambruk Harga Sawit Untuk Dibawa ke Istana

24 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Petani Sawit Persiapkan Data Ambruk Harga Sawit Untuk Dibawa ke Istana
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) akan membawa berbagai laporan anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit dari 25 Provinsi APKASINDO ke Jakarta pada Senin, (25/05/2026).

Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO., mengatakan telah mengumpulkan Ketua-Ketua DPW APKASINDO dari 25 Provinsi melalui rapat zoom pada Minggu, (24/5/2026).

Urgennya pertemuan ini karena melihat dan mendengar kondisi di lapangan yang sudah makin liar pasca kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor CPO dan turunannya yang nantinya akan ditindaklanjuti melalui PT DSI BUMN.

“Hari ini saya ingin mendengar kondisi petani sawit berdasarkan laporan DPW untuk menjadi bahan saya bawa di saat rapat dengan K/L terkait,” kata Dr. Gulat dalam rapat daring bersama pengurus DPW APKASINDO se-Indonesia.

Sawit Setara Default Ad Banner

Menurutnya, APKASINDO pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah memperbaiki tata kelola industri sawit nasional. Namun, ia menegaskan kebijakan tersebut jangan sampai membebani petani sawit rakyat yang kini sudah terdampak penurunan harga secara signifikan.

“Kita APKASINDO harus menjadi garda terdepan, membantu sesama petani sawit, kita tidak bisa diam, negara membutuhkan kita APKASINDO dan Kita harus bicara,” ujar Dr. Gulat mengutip arahan Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, Jend TNI (Purn) Dr Moeldoko.

“Moeldoko sudah mengetahui bahwa ambruknya harga TBS tidak terlepas dari akal-akalan PKS-PKS yang ambil moment dan Beliau meminta semua Pengurus APKASINDO 25 Provinsi bergerak cepat,” lanjut Dr. Gulat.

Selain itu, APKASINDO juga akan mengusulkan agar Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) tidak terlibat dalam aspek teknis perdagangan CPO. Organisasi petani sawit tersebut meminta agar DSI cukup berperan sebagai satgas ekspor CPO Indonesia, sementara mekanisme penetapan harga tetap dilakukan melalui bursa komoditas.

Sawit Setara Default Ad Banner

Sebelumnya, DPP APKASINDO telah menyampaikan bahwa tujuan kebijakan Presiden Prabowo pada dasarnya untuk kebaikan negara, korporasi, dan petani sawit. Namun di lapangan, harga TBS petani swadaya justru anjlok hingga Rp800 sampai Rp1.200 per kilogram, sementara harga CPO di Bursa Indonesia dan tender KPBN masih berada dalam batas normal dengan penurunan sekitar Rp450 sampai Rp600 per kilogram CPO.

APKASINDO menilai penurunan harga TBS yang terjadi tidak sebanding dengan penurunan harga CPO. Secara umum, setiap penurunan harga CPO Rp1.000 per kilogram seharusnya hanya berdampak pada penurunan harga TBS sekitar Rp300 per kilogram dan sebaliknya.

Rapat tersebut berlangsung selama 2 jam dengan mengambil 8 point penting yang menjadi rujukan ke Pemerintah.

Tags:

APKASINDOekspor sawit

Berita Sebelumnya
DPP APKASINDO Gelar Pertemuan Petani Sawit se-Kalbar, Fokus Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk untuk Keberlanjutan Perkebunan Sawit

DPP APKASINDO Gelar Pertemuan Petani Sawit se-Kalbar, Fokus Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk untuk Keberlanjutan Perkebunan Sawit

DPP APKASINDO menggelar pertemuan petani sawit se-Kalimantan Barat (Kalbar) dalam agenda Workshop bertema “Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk untuk Keberlanjutan Perkebunan Sawit” di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Sabtu (23/5/2026).

23 Mei 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *