
sawitsetara.co - BELAWAN — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum kedatangan kapal latih TNI AL, KRI Bima Suci, di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, untuk mendorong promosi produk hilirisasi perkebunan ke pasar global. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026 beberapa waktu lalu.
Lewat ajang tersebut, pemerintah menampilkan berbagai produk turunan kelapa sawit sebagai upaya memperluas akses pasar internasional. Strategi ini dinilai efektif karena melibatkan audiens mancanegara yang hadir dalam kegiatan maritim tersebut.

Mengutip laman resmi Kementerian UMKM RI, kontribusi usaha kecil di Sumatera Utara mencapai 46,51 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan jumlah sekitar 2 juta unit usaha pada 2025. Angka ini menunjukkan peran signifikan sektor UMKM dalam perekonomian daerah.
Dalam kegiatan itu, sepuluh pelaku usaha lokal memamerkan produk berbasis kearifan lokal, mulai dari makanan, minuman, hingga fesyen. Produk-produk tersebut merupakan hasil olahan sumber daya alam yang dinilai memiliki potensi ekspor.
Pemerintah menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kopi, dan kakao. Selain itu, pemanfaatan pelabuhan sebagai ruang pamer dinilai sebagai pendekatan inovatif dalam promosi produk.

Upaya ini juga didukung digitalisasi. Sekitar 1,4 juta pelaku usaha di wilayah tersebut telah mengadopsi teknologi, termasuk sistem pembayaran elektronik yang mempermudah transaksi selama pameran berlangsung.
Kolaborasi lintas sektor turut diperkuat, melibatkan pemerintah daerah dan Bank Sumut untuk memperluas akses pembiayaan dan pasar. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha menembus pasar global.
Pemerintah menilai ketersediaan bahan baku kelapa sawit di Sumatera Utara menjadi modal penting bagi pengembangan industri kecil. Hilirisasi menjadi kunci agar pelaku usaha tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah.

Partisipasi dalam ajang internasional seperti APCS 2026 juga memberi pengalaman bagi pelaku usaha dalam memahami standar kualitas global. Dengan demikian, produk lokal diharapkan mampu bersaing di pasar dunia.
Penguatan sektor UMKM tetap menjadi prioritas pemerintah sebagai penggerak ekonomi nasional. Hilirisasi di tingkat daerah dinilai akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global komoditas perkebunan.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *