KONSULTASI
Logo

Wagub Kalbar: Cangkang Sawit Bisa Jadi Sumber Energi Alternatif PLN

11 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Wagub Kalbar: Cangkang Sawit Bisa Jadi Sumber Energi Alternatif PLN

sawitsetara.co - PONTIANAK — Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar) Krisantus Kurniawan mendorong pemanfaatan cangkang kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif bagi PT PLN. Menurut dia, pemanfaatan limbah padat industri crude palm oil (CPO) itu bukan hanya dapat mendukung kebutuhan energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas sawit di daerah.

Krisantus mengatakan pemanfaatan cangkang sawit sebagai energi dapat membuat nilai ekonomi dari komoditas tersebut tidak keluar dari Kalimantan Barat. Dengan produksi kelapa sawit yang besar, menurut dia, potensi limbah padat berupa cangkang perlu diolah menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kalau cangkang sawit dapat dimanfaatkan sebagai alternatif energi untuk PLN, maka perputaran ekonominya bisa tetap berada di Kalimantan Barat,” kata Krisantus di Pontianak, Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, pemanfaatan limbah sawit sebagai bahan energi dapat mendukung kebutuhan listrik sekaligus menjaga perputaran ekonomi dari komoditas perkebunan tetap berlangsung di Kalimantan Barat. Pemanfaatan tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda hilirisasi karena potensi lokal tidak berhenti pada produk utama kelapa sawit.

Dampaknya, kata Krisantus, tidak hanya dirasakan oleh industri sawit. Aktivitas pemanfaatan cangkang sebagai sumber energi berpotensi menciptakan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari transportasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

Ia menilai Kalimantan Barat memiliki modal besar untuk mengembangkan skema tersebut karena produksi kelapa sawit di provinsi itu cukup besar. Karena itu, limbah cangkang yang selama ini dihasilkan industri perlu dioptimalkan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

apkasindo

Industri Sawit Diminta Tak Abaikan Lingkungan

Di tengah dorongan pemanfaatan limbah sawit untuk energi, Krisantus mengingatkan pelaku industri agar aspek lingkungan tetap menjadi perhatian. Menurut dia, pengembangan industri sawit tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan kualitas lingkungan di sekitar kawasan industri tetap terjaga.

“Kita ingin industri tumbuh, tetapi lingkungan juga harus tetap terjaga. Karena itu, pengendalian emisi dan asap dari cerobong pabrik harus menjadi perhatian,” ujar dia.

Krisantus mendorong perusahaan sawit meningkatkan penggunaan teknologi pengendalian emisi serta menerapkan standar operasional yang lebih ramah lingkungan. Langkah tersebut dinilai penting agar pengembangan industri dan pemanfaatan potensi sawit berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.

Menurut Krisantus, hilirisasi sawit idealnya tidak berhenti pada peningkatan nilai tambah. Pengembangan industri juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Pemprov Kalbar berharap pemanfaatan potensi lokal, termasuk limbah cangkang sawit sebagai energi alternatif, dapat memperkuat kemandirian energi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi sektor perkebunan bagi masyarakat daerah,” katanya.

Tags:

limbah sawitCangkang Sawit

Berita Sebelumnya
Petani dan UMKM Sebagai Aktor Penggerak Ekonomi di Balik Industri Sawit Nasional

Petani dan UMKM Sebagai Aktor Penggerak Ekonomi di Balik Industri Sawit Nasional

Masyarakat awam masih sering mempersepsikan industri sawit hanya milik korporasi besar dengan modal investasi yang besar. Hamparan kebun sawit yang luas, pabrik-pabrik pengolahan berskala besar, dan aktivitas perdagangan sawit bernilai tinggi, semakin menguatkan opini publik terhadap industri sawit sebagai industri yang eksklusif.

10 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *