
sawitsetara.co - BELITUNG — Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meremajakan perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 58,3 hektare. Program tersebut menyasar kebun milik anggota Koperasi Sawit Sumber Rezeki di Desa Air Batu Buding, Kecamatan Badau.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung Hamzah mengatakan peremajaan dilakukan untuk menjawab persoalan tanaman sawit rakyat yang mulai memasuki usia tidak produktif. Sebagian tanaman warga juga mengalami penurunan hasil panen secara signifikan.
“Program peremajaan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit lokal,” kata Hamzah saat membacakan sambutan Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat di Air Batu Buding, Senin (11/8/2026).
Pemerintah Kabupaten Belitung, kata Hamzah, mengapresiasi sinergi antara petani, pengurus koperasi, dan pemerintah desa dalam pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, keberadaan perkebunan sawit memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan komoditas.
“Perkebunan sawit tidak hanya berbicara tentang tanaman dan hasil produksi, tetapi juga menyangkut pendapatan keluarga petani, lapangan pekerjaan, aktivitas koperasi, hingga perputaran ekonomi desa dan daerah,” ujarnya.
Karena itu, peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak. Kebun dengan tanaman yang sudah tua atau mengalami penurunan produktivitas berpotensi menekan pendapatan petani jika tidak segera ditangani.
Hamzah berharap kebun yang diremajakan dapat menjadi sumber penghidupan yang lebih optimal bagi petani pada masa mendatang. Program tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada penggantian tanaman lama dengan tanaman baru.
Menurut dia, modernisasi pengelolaan perkebunan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan sektor sawit rakyat. Tantangan yang dihadapi petani semakin beragam, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga tuntutan penerapan praktik perkebunan yang berkelanjutan.
“Peremajaan sawit tidak cukup hanya menanam kembali, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pengelolaan kebun. Bibit yang baik wajib didukung pemeliharaan yang tepat, pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, serta kepastian akses pasar,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Belitung, Hamzah melanjutkan, akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat perkebunan rakyat. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah, koperasi, kelompok tani, hingga dunia usaha.
Langkah itu diperlukan agar kebun rakyat yang telah diremajakan dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, penguatan kelembagaan petani dan akses pasar diharapkan mampu memperbesar manfaat ekonomi dari sektor perkebunan bagi masyarakat desa.
“Ketika petani kuat, desa akan kuat. Ketika desa kuat, ekonomi daerah akan tumbuh menguat, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Peremajaan ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Belitung,” ujarnya.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *