KONSULTASI
Logo

Akademisi Ingatkan Ancaman Hama dan Penyakit, Deteksi Dini Jadi Penentu Produksi Sawit

1 Januari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Akademisi Ingatkan Ancaman Hama dan Penyakit, Deteksi Dini Jadi Penentu Produksi Sawit
HOT NEWS

sawitsetara.co – NANGA BULIK — Ancaman hama dan penyakit masih menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan keberhasilan produksi kelapa sawit. Akademisi Politeknik Lamandau, Kalimantan Tengah, menegaskan bahwa kesalahan penanganan hingga keterlambatan pengendalian dapat berujung pada penurunan produksi tandan buah segar (TBS) bahkan kematian tanaman sawit.

Dosen Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan Politeknik Lamandau, Yulio Kristian Tinduh, menekankan pentingnya penerapan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu agar produktivitas kebun sawit tetap terjaga.

“Pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara tepat dan terpadu. Jika terlambat ditangani, dampaknya bisa menurunkan produksi bahkan mematikan tanaman kelapa sawit,” kata Yulio di Nanga Bulik, Rabu (12/31/2025).

Sawit Setara Default Ad Banner

Menurutnya, penanganan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada tanaman dan berujung pada kerugian ekonomi bagi petani. Hal ini menjadi perhatian utama dalam berbagai kegiatan penyuluhan dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pihaknya di sentra-sentra perkebunan sawit.

Yulio menjelaskan, sejumlah hama utama kerap menyerang tanaman sawit, mulai dari ulat api seperti Setothosea asigna, S. Nitens, Darna trima, D. Deducta, D. Bradleyi, Birthamula bisura, Mahasena corbetti, Metisa plana, hingga Darna mundora.

“Selain itu, juga terdapat hama ulat kantong, penggerek tandan buah, tikus, kumbang tanduk, serta hama babi,” ujarnya.

Dari sisi penyakit, petani diminta waspada terhadap busuk tandan buah, busuk pucuk, serta busuk pangkal batang yang disebabkan jamur Ganoderma sp. Penyakit ini dinilai berbahaya karena penyebarannya melalui sistem perakaran dan sulit dikendalikan bila terlambat diketahui.

“Penyakit ini tergolong berbahaya lantaran dapat menyebar melalui akar dan sulit dikendalikan jika tidak terdeteksi sejak dini,” tuturnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Ia menambahkan, gejala awal serangan Ganoderma biasanya ditandai dengan kanopi tanaman yang tampak pucat dan munculnya tiga atau lebih daun tombak dalam satu pokok. “Apabila kondisinya sudah parah, tanaman tidak dapat diselamatkan,” terangnya, merujuk pada kajian Pardamean (2017).

Yulio memaparkan, pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yakni manual, biologis, dan kimia. Pendekatan manual dilakukan dengan mengambil hama secara langsung menggunakan alat pelindung diri, sementara pendekatan biologis memanfaatkan musuh alami hama. Adapun penggunaan bahan kimia harus dilakukan secara bijaksana dan sesuai kebutuhan.

Sebagai contoh, hama tikus dapat dikendalikan dengan memanfaatkan burung hantu sebagai predator alami. Cara ini dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.

Sementara itu, populasi ulat api dan ulat kantong dapat ditekan dengan memanfaatkan predator alami seperti Sycanus sp. Dan Eocanthecona furcellata. Keberadaan musuh alami tersebut dapat didukung dengan penanaman tanaman inang seperti Turnera subulata, Cassia cobanensis, Hibiscus rosa sinensis, Antigonon leptopus, dan Euphorbia heterophylla.

Sawit Setara Default Ad Banner

Berdasarkan hasil observasi lapangan, Yulio mengungkapkan masih banyak petani yang keliru membedakan gejala serangan hama dan penyakit dengan gejala kekurangan unsur hara. Kesalahan ini kerap berujung pada perlakuan yang tidak tepat.

“Kesalahan ini justru dapat memperparah kondisi tanaman. Oleh karena itu, petani perlu dibekali pengetahuan untuk mengenali jenis hama dan penyakit serta melakukan sensus secara rutin,” katanya.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, para petani didorong untuk melakukan pengamatan dan pencatatan gejala serangan sejak dini sebagai langkah pencegahan.

“Pengendalian hama dan penyakit dengan mengombinasikan cara manual, biologis, dan kimia merupakan langkah penting dalam mendukung perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Pemanfaatan musuh alami menjadi solusi yang aman bagi lingkungan sekaligus menguntungkan bagi petani,” jelasnya.


Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Kalbar Periode IV Desember 2025 Koreksi Tipis

Harga TBS Sawit Kalbar Periode IV Desember 2025 Koreksi Tipis

Menjelang penutupan tahun 2025, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami koreksi tipis.

31 Desember 2025 | Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *