KONSULTASI
Logo

B50 Butuh Tambahan 4 Juta Ton CPO, PalmCo: Kenaikan Produktivitas Kebun Rakyat Jadi Kunci

21 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
B50 Butuh Tambahan 4 Juta Ton CPO, PalmCo: Kenaikan Produktivitas Kebun Rakyat Jadi Kunci

sawitsetara.co - JAKARTA — Implementasi program biodiesel B50 dinilai akan menghadapi tantangan pasokan bahan baku apabila produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional, terutama kebun rakyat, tidak segera meningkat. PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menilai keberhasilan hilirisasi sawit tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan, tetapi harus ditopang penguatan sektor hulu.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santosa mengatakan program B50 akan membutuhkan tambahan sekitar 4 juta ton crude palm oil (CPO) setiap tahun. Kebutuhan tersebut pada tahap awal diperkirakan akan mengurangi volume ekspor CPO Indonesia sekaligus mendorong kenaikan harga minyak sawit.

“Hari ini kita menghadapi sebuah paradoks kelapa sawit nasional. Misi hilirisasi sangat jelas, sangat tegas sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui kemandirian energi B50. Tetapi pertanyaannya, apakah sektor hulu kita siap menjawab lompatan besar tersebut?” ujar Jatmiko saat menjadi keynote speech dalam Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Apj

Menurut Jatmiko, kebijakan B50 merupakan strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Namun, peningkatan konsumsi CPO untuk kebutuhan biodiesel harus diimbangi dengan kenaikan produktivitas perkebunan agar tidak mengganggu keseimbangan pasokan.

Ia mengingatkan kenaikan harga CPO memang dapat meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha dalam jangka pendek. Namun, kondisi tersebut juga berpotensi memicu munculnya pesaing baru dari negara-negara subtropis yang mengembangkan minyak nabati alternatif.

“Kalau harga CPO terus naik, negara-negara subtropis akan semakin terdorong mengembangkan minyak rapeseed sebagai pengganti. Dalam jangka pendek memang menguntungkan, tetapi dalam jangka menengah dan panjang justru bisa menjadi ancaman bagi daya saing sawit Indonesia,” katanya.

Jatmiko menilai ruang terbesar untuk meningkatkan produksi berada di perkebunan rakyat yang menguasai sekitar 42 persen luas perkebunan sawit nasional. Adapun perkebunan swasta menguasai sekitar 53 persen, sedangkan perkebunan negara sekitar 5 persen.

Apj

Meski menguasai porsi lahan yang besar, produktivitas kebun rakyat masih tertinggal. Rata-rata produktivitas kebun rakyat tercatat sebesar 3,27 ton CPO per hektare, lebih rendah dibandingkan perkebunan swasta yang mencapai 3,79 ton per hektare maupun perkebunan negara sebesar 4,37 ton per hektare.

Menurut dia, peningkatan produktivitas kebun rakyat sebesar 1 ton CPO per hektare saja sudah mampu menghasilkan tambahan sekitar 6 juta ton CPO per tahun, melampaui kebutuhan tambahan bahan baku untuk implementasi B50.

“Kalau produktivitas rakyat naik satu ton saja, kita sudah mendapat tambahan sekitar 6 juta ton CPO. Kebutuhan biodiesel B50 langsung bisa dipenuhi. Ini gap yang harus kita jawab bersama,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, PalmCo mendorong peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta percepatan pemanfaatan hasil riset di lapangan. Jatmiko menilai masih banyak petani menggunakan bibit yang tidak bersertifikat, menerapkan pemupukan yang belum sesuai rekomendasi, serta menghadapi lemahnya kelembagaan sehingga adopsi teknologi berlangsung lambat.

“Riset adalah investasi, bukan biaya. Penelitian harus market driven dan menghasilkan teknologi tepat guna yang bisa langsung dimanfaatkan petani,” ujarnya.

Tags:

B50

Berita Sebelumnya
B50 Jalan, Pemerintah Pastikan Ekspor CPO Tetap Terjaga

B50 Jalan, Pemerintah Pastikan Ekspor CPO Tetap Terjaga

Pemerintah memastikan implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang mulai berlaku pada Juli 2026 tidak akan mengganggu kinerja ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia.

20 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *