
sawitsetara.co - MEDAN - Upaya memperkuat peran media dalam membangun pemberitaan yang objektif dan konstruktif tentang industri kelapa sawit terus dilakukan. Melalui kegiatan bertajuk “Membangun Narasi Berimbang Media Kelapa Sawit di Wilayah Terdampak Berbasis Mitigasi”, para jurnalis, pemangku kepentingan, dan pelaku industri akan berkumpul pada 15–17 Februari 2026 di Hotel Grand Central Medan. Kegiatan ini juga didukung oleh Bapadan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga praktisi media. Di antaranya Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, S.H., M.H , Kadisbunak Sumut Zakir Daulay, S.Hut, M.Hut, dan akademisi dari UMN Al-Washliyah Dr. Muhammad Hilman Fikri, S.H, SE,MM serta sejumlah pimpinan media dari inimedanbung, seputarsumut.com dan pikiran rakyat medan.
Industri kelapa sawit selama ini menjadi salah satu sektor strategis yang menopang perekonomian nasional maupun daerah, khususnya di Sumatera. Kontribusinya tidak hanya pada peningkatan devisa dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai nilai agribisnis, hingga pembangunan wilayah.
Namun demikian, sektor ini masih menghadapi tantangan persepsi publik yang berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Arus informasi yang cepat melalui media digital dan media massa kerap memunculkan narasi parsial yang belum sepenuhnya menghadirkan sudut pandang berimbang antara tantangan, upaya perbaikan, serta praktik baik yang telah dilakukan pelaku industri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun ruang dialog dan penguatan kapasitas media agar pemberitaan mengenai kelapa sawit tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan solutif. Pendekatan berbasis mitigasi menjadi salah satu fokus utama, guna menempatkan isu sawit dalam konteks yang utuh dan berkelanjutan.
Pimpinan Umum Sawitsetara.co, Dr. Eko Jaya Siallagan, menegaskan pentingnya kolaborasi antara media dan pemangku kepentingan dalam membangun narasi yang adil dan faktual.
“Kegiatan ini bukan untuk membungkam kritik, tetapi justru untuk memperkaya perspektif. Industri kelapa sawit harus dilihat secara utuh—ada tantangan, ada perbaikan, dan ada transformasi yang terus berjalan. Media memiliki peran sentral dalam menyampaikan itu kepada publik secara objektif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan mitigasi dalam pemberitaan sangat penting, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak langsung oleh aktivitas perkebunan. “Kita ingin mendorong lahirnya jurnalisme yang berbasis data, berbasis fakta lapangan, dan memahami konteks sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Dengan begitu, opini publik yang terbentuk lebih konstruktif dan tidak terjebak pada narasi yang parsial,” tambahnya.
Ia berharap, melalui forum ini, tercipta pemahaman bersama antara media, pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat, sehingga industri kelapa sawit dapat dipahami sebagai sektor yang terus berbenah dan berkomitmen pada prinsip keberlanjutan dalam pembangunan jangka panjang.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *