KONSULTASI
Logo

Di Ambang Satu Juta Hektar Sawit, Jambi Kian Strategis di Peta Ekonomi Sumatera

5 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Di Ambang Satu Juta Hektar Sawit, Jambi Kian Strategis di Peta Ekonomi Sumatera
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAMBI – Provinsi Jambi terus mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan utama industri kelapa sawit di Pulau Sumatera. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), luas perkebunan kelapa sawit di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah kini telah mencapai 952,39 ribu hektar, mendekati ambang psikologis satu juta hektar.

Capaian tersebut menempatkan Jambi pada posisi strategis dalam peta perkebunan nasional. Secara matematis, provinsi ini hanya membutuhkan tambahan sekitar 48 ribu hektar untuk menggenapi luas kebun sawitnya menjadi satu juta hektar secara administratif. Sebuah angka yang relatif kecil jika dibandingkan dengan laju ekspansi sawit Jambi dalam satu dekade terakhir.

Di tingkat regional Sumatera, Jambi kini bercokol di peringkat ketiga pemilik lahan sawit terluas. Riau masih memimpin dengan luasan mencapai 3,4 juta hektar, disusul Sumatera Utara sebesar 1,35 juta hektar. Meski demikian, posisi Jambi jauh lebih unggul dibandingkan provinsi tetangga seperti Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, hingga Lampung.

Promosi ssco

Dominasi ini mempertegas peran Jambi sebagai simpul penting industri sawit di wilayah tengah Sumatera. Letak geografis yang strategis, didukung akses jalur lintas Sumatera, menjadikan provinsi ini ideal sebagai pusat produksi sekaligus distribusi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Tak hanya soal luasan, kehadiran ratusan ribu hektar kebun sawit juga membawa dampak ekonomi berlapis. Industri pengolahan tumbuh seiring dengan meningkatnya pasokan bahan baku. Pabrik kelapa sawit (PKS) tersebar di berbagai kabupaten, memicu geliat sektor logistik, jasa angkutan, hingga perdagangan lokal.

Di tingkat akar rumput, sawit menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pedesaan. Tingginya serapan tenaga kerja di sektor perkebunan membantu menopang ekonomi rumah tangga, terutama di wilayah yang sebelumnya bergantung pada pertanian tradisional. Efek dominonya terasa dari hulu hingga hilir.

Promosi ssco

Namun, mendekati angka satu juta hektar juga menandai fase baru bagi Jambi. Ruang untuk ekspansi lahan semakin terbatas, sementara tekanan terhadap pengelolaan lingkungan dan tata ruang semakin kuat. Tantangan ke depan bukan lagi soal membuka lahan baru, melainkan bagaimana meningkatkan produktivitas, mempercepat peremajaan kebun rakyat, dan memastikan praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Di tengah tuntutan pasar global terhadap sawit ramah lingkungan, posisi Jambi menjadi krusial. Investor kini tak hanya melihat luasan lahan, tetapi juga kepastian hukum, kepatuhan terhadap standar lingkungan, serta kesiapan daerah dalam mendukung industri hijau.

Data BPS ini menjadi sinyal kuat bahwa Jambi masih menyimpan daya tarik besar sebagai destinasi investasi sektor perkebunan dan turunannya. Dengan ekosistem industri yang sudah terbentuk dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, Jambi berada di persimpangan penting: menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan keberlanjutan jangka panjang.

Ketika angka satu juta hektar kian dekat, Jambi tidak hanya sedang mengejar rekor luasan, tetapi juga sedang diuji dalam menentukan arah masa depan ekonomi berbasis lahannya.


Berita Sebelumnya
Ekspor Sawit Melonjak di Akhir 2025, Batu Bara Tertekan Sepanjang Tahun

Ekspor Sawit Melonjak di Akhir 2025, Batu Bara Tertekan Sepanjang Tahun

adan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia melonjak tajam pada penghujung 2025, di tengah melemahnya ekspor komoditas batu bara sepanjang tahun.

| Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *