
sawitsetara.co - PEKANBARU — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan peningkatan produktivitas menjadi kunci transformasi industri kelapa sawit Indonesia. Pemerintah mendorong intensifikasi perkebunan agar produksi meningkat tanpa terus membuka lahan baru.
Hal itu disampaikan Rachmat saat menutup Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di Ska Co-Ex, Pekanbaru, Sabtu (8/8/2026).
Rachmat mengatakan penguatan hilirisasi harus berjalan beriringan dengan pembenahan sektor hulu. Menurut dia, industri pengolahan tidak akan berkembang optimal apabila ekosistem produksi bahan bakunya tidak dipersiapkan dengan baik.
“Hilirisasi tidak bisa jalan kalau ekosistemnya tidak siap. Hilirisasi tidak bisa jalan dengan baik kalau huluisasi tidak diurus. Karena itu ekosistem dari hulu dan supporting-nya harus diurus secara bersamaan,” ujar Rachmat.
Karena itu, intensifikasi produksi ditempatkan sebagai salah satu dari tiga pilar utama transformasi industri sawit. Fokusnya meningkatkan hasil panen per hektare tanpa menambah pembukaan lahan baru.
Dua pilar lainnya adalah peningkatan investasi di sektor pengolahan dalam negeri serta industrialisasi berbasis sumber daya alam yang mengintegrasikan ekosistem hulu hingga hilir.
Rachmat mengatakan transformasi industri sawit juga harus melibatkan pekebun sebagai bagian penting dari ekosistem. Pemerintah perlu memastikan peningkatan produktivitas dan hilirisasi memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani.
“Pastikan industri sawit dan persediaannya untuk minyak goreng bisa dinikmati untuk sebesar-besarnya bagi Indonesia. Dan pastikan bahwa yang menghasilkan juga ikut makmur bersama hasil sawitnya,” kata dia.
Menurut Rachmat, penguatan ekosistem tersebut dapat dilakukan melalui kemitraan berkelanjutan, penguatan sektor hulu, diversifikasi produk olahan sawit, hingga integrasi hulu dan hilir.
Ia juga mengingatkan pemerintah dan pelaku industri untuk belajar dari sejarah pengembangan perkebunan sawit melalui pola Nucleus Estate and Smallholders (NES) atau Perkebunan Inti Rakyat (PIR) pada era 1970–1980-an.
Model tersebut, kata Rachmat, memberikan pelajaran mengenai pentingnya penataan lahan dan kemitraan berkelanjutan dalam pembangunan perkebunan sawit.
Rachmat menilai penguatan sektor hulu dan hilir harus dilakukan secara bersamaan agar transformasi industri sawit tidak hanya menghasilkan peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi yang lebih merata.
Ia berharap SIEXPO 2026 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, industri, petani, akademisi dan pelaku usaha untuk mempercepat transformasi tersebut.
“Pembangunan itu adalah untuk sebesar-besarnya rakyat. Dan tidak ada satu orang pun boleh ketinggalan dan ditinggalkan.”
Pemerintah pusat, kata Rachmat, akan terus mengawal transformasi industri sawit melalui kebijakan pembangunan nasional dengan memperkuat sektor hulu, hilirisasi dan integrasi ekosistem industri secara bersamaan.
Penutupan SIEXPO 2026 turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr. H. Syahrial Abdi mewakili Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Dr. Iim Mucharam, Ketua MKA LAMR Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf, Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga, Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, serta kepala daerah, akademisi, pelaku perkebunan dan petani sawit.
SIEXPO 2026 berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di SKA Co-Ex Pekanbaru dengan mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit”. Ajang ini menghadirkan sekitar 185 stan pameran dari berbagai sektor, seperti benih sawit, pupuk, mekanisasi, alat berat, produk hilir, teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), hingga jasa keuangan.
Selain diikuti pelaku usaha nasional, pameran ini juga melibatkan peserta dari Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta menjadi wadah kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan pekebun dalam mendorong pengembangan industri sawit nasional.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *