KONSULTASI
Logo

Belajar Langsung di Kebun, Petani Sawit Inhil Perkuat Pengetahuan Budidaya

9 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Belajar Langsung di Kebun, Petani Sawit Inhil Perkuat Pengetahuan Budidaya

sawitsetara.co - SIAK – Kegiatan field trip ke PT Ivomas Tunggal Sei Rokan Estate, Kabupaten Siak, Kamis (9/7/2026), menjadi sarana bagi peserta Pengembangan SDMP 2026 Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Angkatan IV tajaan PT. Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia (Bestari) untuk memperdalam pemahaman melalui praktik langsung di lapangan.

Direktur PT Bestari Indonesia, Dr. Mulono Apriyanto, S.P., M.Si., mengatakan kunjungan lapangan sengaja dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh materi di ruang kelas, tetapi juga melihat secara langsung penerapan standar operasional budidaya kelapa sawit di perusahaan.

“Hari ini peserta melihat langsung praktik perawatan kebun, mulai dari panen, pemupukan, perawatan tanaman hingga penyemprotan sesuai SOP yang diterapkan di PT Ivomas Tunggal,” kata Dr. Mulono saat mendampingi para peserta pelatihan.

Sawit Setara Default Ad Banner

Selain praktik di areal kebun, peserta juga mengunjungi unit pembibitan untuk mempelajari proses produksi bibit kelapa sawit. Mereka dikenalkan dengan benih, bibit normal, bibit abnormal, hingga proses seleksi bibit sebelum ditanam di lapangan.

“Kami ingin peserta memahami proses budidaya secara utuh, termasuk bagaimana membedakan bibit yang layak tanam dan bibit yang harus diafkir,” ujarnya.

Menurut Mulono, pembelajaran lapangan menjadi pelengkap materi teori yang telah diberikan selama pelatihan. Dengan melihat praktik secara langsung, peserta diharapkan lebih mudah memahami teknik budidaya yang benar dan dapat menerapkannya di kebun masing-masing.

“Tujuan turun ke lapangan adalah memberikan tambahan informasi dan pengetahuan yang tidak bisa diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas,” katanya.

Ia menjelaskan keberhasilan pelatihan juga diukur melalui evaluasi kemampuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. PT Bestari telah menyiapkan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta.

“Kami berharap hasil post-test peserta meningkat. Kalau nilainya meningkat, berarti pengetahuan mereka juga bertambah karena belajar tidak hanya teori, tetapi juga praktik di lapangan,” ujar Mulono.

Sawit Setara Default Ad Banner

Salah seorang peserta, Zulkifli, petani swadaya dari Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kunjungan lapangan tersebut.

Menurutnya, meski kondisi lahan di PT Ivomas Tunggal berbeda dengan kebun miliknya yang berada di lahan gambut, berbagai teknik budidaya yang diperlihatkan tetap dapat menjadi referensi dalam mengelola kebun.

“Kalau di sini lahannya mineral, sedangkan kebun kami gambut. Tapi cara pemupukan dan perawatannya tetap bisa menjadi tambahan pengetahuan,” katanya.

Ia mengatakan peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan kerja serta praktik pemupukan yang diterapkan perusahaan. Pengetahuan tersebut akan menjadi bekal untuk diterapkan sesuai kondisi kebun masing-masing.

“Tadi kami diajarkan cara pemupukan. Pengalaman seperti ini sangat membantu dan nantinya bisa kami bawa pulang ke desa,” ujarnya.

Zulkifli menilai kegiatan praktik lapangan memberikan manfaat besar bagi petani swadaya yang selama ini mengelola kebun secara mandiri tanpa pendampingan perusahaan.

“Alhamdulillah, pelatihan hari ini luar biasa. Pengetahuan kami tentang budidaya sawit semakin bertambah,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberi kesempatan bagi petani untuk belajar langsung dari praktik pengelolaan perkebunan berskala besar.

“Kalau kami tidak datang ke sini, kami tentu tidak tahu bagaimana praktik budidaya yang benar. Sekarang kami punya bekal untuk diterapkan di kebun sendiri,” pungkasnya.

Tags:

BPDPPT Bestari

Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Kemitraan Swadaya Riau Periode Pekan Kedua Juli Naik Rp14,67/Kg

Harga TBS Sawit Kemitraan Swadaya Riau Periode Pekan Kedua Juli Naik Rp14,67/Kg

Berdasarkan hasil penetapan Nomor 24 yang berlaku mulai Rabu (8/7) hingga Selasa (14/7), harga TBS untuk tanaman umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.796,04 per kilogram, atau naik Rp14,67 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

8 Juli 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *