
sawitsetara.co - JAKARTA – Pondok pesantren (Ponpes) tidak lagi hanya mencetak sumber daya manusia (SDM) dibidang agama, kini ponpes juga mencteak SDM dibidang kelapa sawit, salah satunya Ponpes Al-Amin di Dumai melalui program “Bersama Santri Membangun Semangat Sawit Baik.”
“Kita disini tidak hanya mengajarkan ilmu agama tapi juga ilmu budidaya dan cara mengolah limbah menjadi berkah,” kata Kyai Zainal Abidin kepada sawitsetara.co, Jum’at (20/3/2026).
Tidak hanya itu, Ponpes Al-Amin juga menggandeng masyarakat sekitar untuk mengelola dan mengedukasi sawit, sehingga kebun yang dikelola masyarakat bisa menghasilkan produktivitas yang tinggi dan dapat memanfaatkan limbahnya.
Salah satu diantaranya yakni memanfaatkan lidi dari daun sawit menjadi tempat sendok, tempat parcel buah dan lainnya.
“Jadi disaat Lebaran ini permintaan akan tempat parcel buah cukup tinggi dan ini menjadi tambahan uang untuk masyarakat sekitar dan para santri sawit,” jelas Kyai Zainal.
Bahkan, lanjut Kyai Zainal, permintaan bisa mencapai 200-300 pics setiap bulan per toko. Belum lagi permintaan yang secara mendadak untuk kebutuhan Lebaran seperti saat ini bisa mencapai 400-600 pics.
Adapun untuk meningkatkan produktivitas kebun, santri sawit mengajarkan masyarakat untuk memanfaatkan abu dari tangkos (tandan kosong buah sawit). “Jadi tangkos dibakar dan abunya dimanfaatkan menjadi pupuk,” jelas Kyai Zainal.
Seperti diketahui, abu atngkos adalah limbah organik yang kaya unsur hara, terutama kalium (K2O hingga 30%), fosfor, magnesium, dan kalsium. Manfaat utamanya adalah sebagai pupuk kalium alami, menaikkan pH tanah (basa), memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan hasil buah sawit, khususnya di lahan gambut.
“Hasilnya produktivitas tanaman masyaralat meningkat dan dapat mengurangi biaya untuk pembelian pupuk,” kata Kyai Zainal.
Tidak hanya itu, lanjut Kyai Zainal, santri sawit juga menanam pumpkin atau labu dengan berbentuk panjang. Tanaman pumpkin ditanam di sela-sela tanaman sawit. Hasilnya untuk tambahan biaya operasional santri sawit.
“Jadi saat Ramadhan sudah panen, dan kini saat Lebaran akan panen lagi. Pasarnya luas dan harganya cukup tinggi. Saat Ramadhan sudah pernah panen sebanyak 1 ton dan saat ini juga sekitar 1 ton. Buah pumpkin tersebut kami jual ke Batam,” jelas Kyai Zainal.
Tingginya permintaan akan buah pumpkin karena kaya akan vitamin A, C, E, serat, dan antioksidan (beta-karoten) yang meningkatkan imun, menjaga kesehatan mata, serta menyehatkan kulit. Labu rendah kalori, baik untuk diet berat badan, aman untuk lambung, serta membantu kesehatan jantung karena kandungan kaliumnya. Biji labu juga kaya zinc untuk imun dan kesehatan prostat.
Artinya dalam hal ini santri sawit tidak hanya diajarkan ilmu agama tapi juga ilmu budidaya tanaman kelapa sawit dan ilmu lainnya yakni memanfaatkan lahan sela tanaman kelapa sawit untuk dijadikan nilai tambah.
Lebih dari itu, lanjut Kyai Zainal, saat ini santri sawit Ponpes Al Amin juga sedang melakukan pendataan lahan-lahan masyarakat dan pondok pesantren untuk diajukan program peremajaan sawit rakyat (PSR). Hal ini penting mengingat tidak sedikit masyarakat yang dahulunya menanam tanaman kelapa sawitt menggunakan benih asalan atau tidak bersertifikat.
“Harapannya dengan ikut program PSR maka produktivitas tanaman sawit milik Masyarakat akan meningkat yang berdapak kepada peningkatan ekonomi keluarga,” pungkas Kyai Zainal.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *