
sawitsetara.co - JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, harga minyak goreng MINYAKITA di wilayah Sumatra dan Jawa terjaga mendekati atau sama dengan HET-nya, yaitu Rp15.700/liter. Kemudian, untuk mengatasi tingginya harga MINYAKITA di wilayah Maluku dan Papua, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong Bulog untuk mengintensifkan distribusi ke seluruh Indonesia.
“Stok aman, tidak ada masalah. Adapun untuk Papua dan Maluku memang tinggi, dan Bulog siap menyuplai. Masalahnya ada di distribusi, oleh karena itu kami selalu meminta bantuan Bulog terutama untuk distribusi ke wilayah Timur,” ungkap Budi, meninjau komoditas barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Palmerah, Jakarta (13/5/2026).
Budi pun terus mendorong sinergi dengan para pemangku kepentingan dan badan-badan usaha milik negara bidang pangan (BUMN Pangan) untuk menjaga stabilitas harga pangan. Ia juga menekankan, saat ini distribusi minyak goreng hasil skema domestic market obligation (DMO) oleh BUMN Pangan telah melebihi 50%. Catatan tersebut telah melampaui kewajiban distribusi minyak goreng DMO minimal sebesar 35%.
“Minimal 35% dan pada prinsipnya produsen tidak ada masalah. Artinya, kalau melebihi 35 persen tidak apa-apa. Sekarang sudah lebih dari 50% minyak goreng DMO yang tersalurkan melalui BUMN Pangan. Semoga semua lancar dan masalah distribusi di Papua serta Maluku cepat selesai,” kata Budi.

Budi mengingatkan, MINYAKITA bukan merupakan minyak goreng subsidi, melainkan hasil dari skema DMO sebagai bentuk komitmen pelaku usaha untuk memasok pasar dalam negeri.
Budi juga menekankan, Kemendag selalu memantau harga bapok di 514 kabupaten dan kota di 38 provinsi di Indonesia. Hasil pantauan dikumpulkan dan ditampilkan dalam dashboard Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag melalui tautan https://sp2kp.kemendag.go.id.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, secara keseluruhan, kondisi pangan saat ini aman dan stok berlebih. Ia meminta Bulog untuk menyuplai MINYAKITA ke daerah-daerah yang harganya masih tinggi, termasuk Papua dan Maluku.
Berdasarkan pantauan di Pasar Palmerah, sejumlah komoditas bapok dijual sesuai atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan (HA). Beberapa di antaranya, yaitu beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog Rp12.500/kg, MINYAKITA Rp15.700/liter,.
Kemudian, minyak goreng kemasan premium Rp21.000/liter dan beras medium terpantau di Rp13.500/kg, beras premium Rp16.000/kg.

Salah satu pedagang bapok di Pasar Palmerah, Eko, mengatakan, ia menjual minyak goreng MINYAKITA dalam kemasan dua liter dengan harga Rp31.400, atau sesuai HET Rp15.700/liter. Selain MINYAKITA, Eko juga menjual minyak goreng premium. Eko berharap stok MINYAKITA terus tersedia di pasar untuk memudahkan masyarakat mendapatkan minyak goreng. “Saya inginnya stok ada terus,” ujar Eko.
Sementara itu, pedang lain di Pasar Palmerah, Anwar, menjual minyak goreng premium berbagai merek dengan harga Rp21.000/liter. Minyak goreng premium ini juga laris dicari pembeli. Selain itu, Anwar menjual telur ayam ras dengan harga Rp27.000/kg atau di bawah HET. Anwar berharap, harga minyak goreng bisa semakin stabil. “Kalau bisa (harganya) terus stabil supaya semakin terjangkau masyarakat,” pungkas Anwar.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *