
sawitsetara.co - BADUNG — Kegiatan Business Matching UMKM Produk Kelapa Sawit dan Stakeholder tajaan sawitsetara.co resmi digelar di Kuta Central Park Hotel pada Selasa (14/2/2026). Acara ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan UMKM kelapa sawit, khususnya dalam memperluas akses pasar dan kemitraan usaha. Juga, hilirisasi kelapa sawit inklusif pro petani sawit.
Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini dibuka oleh Putu Agus Mahendra, selaku Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda dari Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Badung.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem UMKM sawit.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 658 ribu UMKM yang terlibat dalam rantai produk kelapa sawit, mulai dari pengolahan, pemasaran, hingga pemanfaatan limbah. Potensi ini dinilai sangat besar untuk terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Semoga acara ini tidak terputus dan acara ada tindak lanjut, serta peserta dapat insight yang sangat bagus,” katanya.

Agenda ini merupakan tindak lanjut dari workshop nasional UMKM kelapa sawit yang sebelumnya dilaksanakan di Bali pada Februari 2025. Workshop tersebut dinilai berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM, khususnya dalam pemanfaatan produk turunan sawit seperti sabun, lilin, minyak goreng, dan berbagai produk lainnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan business matching ini dirancang untuk mempertemukan langsung pelaku UMKM dengan berbagai pihak strategis, mulai dari industri, pembeli, hingga lembaga keuangan.
Selain itu, kegiatan juga mencakup identifikasi UMKM potensial, fasilitasi teknis pengolahan produk turunan sawit, hingga pendampingan legalitas dan sertifikasi seperti PIRT, halal, dan BPOM.
Tak hanya itu, pengembangan akses pasar juga menjadi fokus utama, dengan membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke platform e-commerce, ritel modern, hingga pasar ekspor.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan rantai pasok yang lebih inklusif dan berkelanjutan serta meningkatkan nilai tambah produk turunan kelapa sawit di tingkat lokal.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan dari BPDP, perwakilan Bupati Badung, DPRD Badung, serta Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Badung.
Turut hadir pula organisasi seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, serta para pelaku UMKM yang memanfaatkan produk turunan kelapa sawit.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *