KONSULTASI
Logo

Dana Sawit Tembus Rp27,81 Triliun hingga Juli 2026, Naik 73,3 Persen

25 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Dana Sawit Tembus Rp27,81 Triliun hingga Juli 2026, Naik 73,3 Persen

sawitsetara.co - JAKARTA — Penerimaan dari pungutan ekspor sektor kelapa sawit melonjak sepanjang paruh pertama 2026. Hingga akhir Juli, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat dana yang dihimpun mencapai Rp27,81 triliun.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penerimaan tersebut tumbuh 73,3 persen dibanding periode yang sama pada 2025. Lonjakan ini menjadi salah satu indikator dalam laporan pemerintah mengenai perkembangan industri kelapa sawit nasional pada 2026.

Penerimaan BPDP berasal dari pungutan ekspor yang dikenakan terhadap komoditas perkebunan sawit. Pemerintah memperkirakan perolehan pungutan ekspor hingga akhir Desember 2026 mencapai Rp41,22 triliun.

Angka tersebut diproyeksikan meningkat 30,84 persen dibandingkan penerimaan pungutan ekspor pada tahun sebelumnya berdasarkan perhitungan pemerintah.

Kinerja dana sawit juga dipengaruhi kebijakan biodiesel B50 dan kenaikan harga crude oil. Kedua faktor tersebut disebut menghasilkan efisiensi anggaran sekitar Rp19,5 triliun melalui pelaksanaan Program Biodiesel yang menjadi bagian dari pengelolaan dana BPDP pada 2026.

apkasindo

Dengan memperhitungkan penerimaan dan efisiensi tersebut, pemerintah memproyeksikan sisa anggaran BPDP pada akhir 2026 mencapai Rp18,45 triliun.

Kenaikan penerimaan pungutan ekspor berlangsung seiring dengan tetap tumbuhnya kinerja ekspor sawit Indonesia. Sepanjang 2025, nilai ekspor industri kelapa sawit mencapai US$32 miliar dengan volume 38,84 juta ton.

Volume ekspor pada 2025 tersebut tumbuh 11,05 persen berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Memasuki semester pertama 2026, ekspor kelapa sawit mencapai 18,37 juta ton. Angka tersebut tumbuh 2,78 persen dibandingkan periode yang sama.

Pertumbuhan volume ekspor tersebut turut memperkuat basis penerimaan pungutan ekspor yang dihimpun BPDP. Pemerintah pun melihat perkembangan penerimaan dana sawit dan ekspor sebagai bagian penting dari kinerja industri kelapa sawit nasional sepanjang 2026.

Tags:

ekspor sawitBPDPBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Makarius Bawa Aspirasi Petani Sawit Papua Selatan ke IOPS Forum 2026

Makarius Bawa Aspirasi Petani Sawit Papua Selatan ke IOPS Forum 2026

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Papua Selatan, Makarius Meki Taman, memastikan hadir dalam International Oil Palm Smallholders (IOPS) Forum 2026 yang akan digelar pada 27–29 Agustus 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

24 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *